Internationalmedia.co.id – News – Sebuah skandal mengejutkan mengguncang dunia penerbangan setelah seorang pilot maskapai Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) atas dugaan penyelundupan 26 kilogram ekstasi. Penangkapan ini semakin dramatis dengan terungkapnya hasil tes urine yang menunjukkan pilot tersebut positif mengonsumsi tiga jenis narkoba sekaligus: sabu, inex (ekstasi), dan kokain, bahkan saat ia bertugas.
Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan fakta mengejutkan ini kepada internationalmedia.co.id pada Minggu (2/8/2026). "Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, inex, dan kokain. Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai," jelas Hengky, menyoroti tingkat bahaya dan pelanggaran serius yang dilakukan oleh seorang profesional penerbangan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan kronologi penangkapan yang bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai. Pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, petugas di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta menemukan sebuah koper yang mencurigakan saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang.
"Petugas melihat salah satu koper yang mencurigakan, setelah koper tersebut di ambil oleh pemiliknya atas nama Mohd Saufi bin Othman, yang merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asing," kata Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Kamis (30/7), sebagaimana dikutip internationalmedia.co.id.
Setelah koper tersebut diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruang Bea Cukai, petugas menemukan barang bukti yang mencengangkan. Di dalam koper tersebut, tersimpan 14 bungkus besar narkotika jenis ekstasi dan 1 bungkus paket narkotika jenis sabu. Total berat ekstasi diperkirakan mencapai 26 kilogram, menjadikannya salah satu kasus penyelundupan narkoba dalam jumlah besar yang melibatkan awak maskapai.
Menanggapi insiden serius ini, Malaysia Airlines telah mengeluarkan pernyataan resmi. Dilansir dari Free Malaysia Today pada Jumat (31/7), maskapai penerbangan nasional Malaysia itu menegaskan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. "Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," demikian bunyi pernyataan maskapai, menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh karyawannya.
