Internationalmedia.co.id – News – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Diskusi utama mereka berpusat pada upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pemerintah pusat, dengan tujuan utama menjadikan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif.
Mengkonfirmasi pertemuan tersebut, Pramono Anung menjelaskan di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (27/7/2026) bahwa ia memang bertemu dengan Seskab Teddy Indra Wijaya pagi itu. "Memang betul, pagi tadi saya bertemu dengan Bapak Seskab di kantor Sekretaris Kabinet. Saya 9 tahun ada di sana, 9 tahun lebih," ungkap Pramono, memberikan konteks pengalamannya di lingkungan tersebut.

Inti dari pembahasan adalah bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat diintensifkan untuk mengakselerasi pembangunan Jakarta menuju status kota global. Menurut Pramono, sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat merupakan elemen krusial dalam proses pembangunan ibu kota, khususnya dalam merampungkan berbagai proyek infrastruktur vital.
Ia menambahkan, "Dan tentunya dalam rangka kolaborasi antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Jakarta berkaitan dengan Jakarta sebagai Global City dalam rangka memperbaiki infrastruktur yang ada," menggarisbawahi pentingnya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Pramono membocorkan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Jakarta akan menyaksikan peresmian sejumlah proyek strategis. Proyek-proyek ini direncanakan akan diresmikan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.
"Karena dalam waktu dekat juga akan ada beberapa fasilitas yang ada di Jakarta yang bersama-sama dengan pemerintah pusat mudah-mudahan segera diresmikan," tegasnya, menunjukkan optimisme terhadap percepatan realisasi proyek-proyek tersebut.
Meskipun demikian, Pramono Anung belum bersedia memberikan detail spesifik mengenai jenis proyek infrastruktur atau fasilitas yang akan diresmikan tersebut. Ia hanya menekankan bahwa komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat akan terus dijaga. Hal ini krusial untuk memastikan kelancaran pembangunan Jakarta, terutama setelah kota ini tidak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara.
