Internationalmedia.co.id – News – Jakarta digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria bernama Sutrimo di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban ditemukan tak bernyawa di depan sebuah klinik kecantikan, memicu penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Informasi awal yang beredar menyebutkan Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa, sebuah detail yang menambah misteri di balik kematiannya. Penemuan ini sontak menarik perhatian publik, terutama karena spekulasi mengenai identitas korban.

Menurut sumber yang belum terkonfirmasi, Sutrimo dikabarkan merupakan kepala rumah tangga (Karumga) dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Namun, pihak kepolisian masih terus mendalami dan memverifikasi informasi terkait sosok almarhum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan adanya penyelidikan ini. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis lalu, sebelum akhirnya dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia. "Masih didalami," ujar Kombes Budi kepada wartawan, Minggu (26/7), menegaskan bahwa proses identifikasi dan penyelidikan masih berjalan.
Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sutrimo. "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Budi. Untuk mengungkap tabir kematian ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah membentuk tim penyelidik.
Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, termasuk anggota keluarga korban, pengemudi ambulans yang membawa Sutrimo, serta petugas rumah sakit. Selain itu, polisi juga tengah menelusuri riwayat pemesanan ambulans, lokasi persis awal ditemukannya korban, dan berbagai informasi relevan lainnya untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh.
Kombes Budi menekankan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional, cermat, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. "Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," jelasnya, meminta publik untuk tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi.
Hingga saat ini, teka-teki di balik kematian Sutrimo masih menjadi fokus utama kepolisian. Publik menanti hasil penyelidikan yang diharapkan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa tragis ini.
