Sebuah ruko di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang selama ini dicurigai sebagai sarang praktik pengoplosan gas LPG, akhirnya digerebek aparat kepolisian. Aksi dramatis ini melibatkan penyamaran Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, sebagai petugas keamanan (satpam) untuk membongkar jaringan kejahatan tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penggerebekan yang sukses ini berujung pada penangkapan dua pelaku dan penyitaan ribuan tabung gas.
Kompol Edison mengungkapkan bahwa penyamaran ini merupakan strategi krusial yang ditempuh setelah serangkaian pemantauan intensif. "Kami melakukan pemantauan langsung dengan menyamar sebagai petugas keamanan untuk mengawasi setiap aktivitas mencurigakan di lokasi," jelas Edison pada Sabtu (25/7/2026). Langkah ini terpaksa diambil lantaran para pelaku sangat licik, memasang kamera CCTV di bagian depan ruko untuk memantau situasi sekitar. Penyamaran petugas menjadi kunci untuk menghindari kecurigaan sebelum operasi penggerebekan dilancarkan.

Ketika tim gabungan akhirnya bergerak masuk, petugas menemukan bukti lain dari kesiapan para pelaku untuk melarikan diri. Sebuah tangga dan ‘jalur belakang’ tersembunyi ditemukan di bagian belakang bangunan, yang diduga kuat telah dipersiapkan sebagai rute evakuasi darurat jika sewaktu-waktu operasi penangkapan dilakukan.
Dalam operasi senyap yang berlangsung pada Kamis (23/7) tersebut, aparat berhasil mengamankan dua individu yang diduga kuat sebagai otak di balik praktik ilegal ini, berinisial MS dan RET. Keduanya diidentifikasi berperan sebagai ‘dokter’ atau penyuntik gas, yang bertanggung jawab atas proses pemindahan isi tabung. Tidak hanya itu, ribuan barang bukti berhasil disita dari lokasi kejadian.
Kompol Edison merinci modus operandi para pelaku yang sangat merugikan masyarakat dan negara. Mereka secara ilegal memindahkan isi gas dari tabung LPG subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi 12 kilogram, kemudian menjualnya kembali dengan harga pasar untuk meraup keuntungan pribadi yang fantastis. Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita total 1.304 tabung LPG berbagai ukuran, 56 buah besi penyambung gas, dua unit kulkas, satu unit timbangan digital, satu unit kendaraan roda empat, serta sejumlah tutup plastik barcode tabung LPG 12 kilogram dan tutup plastik tabung LPG 3 kilogram yang menjadi alat bukti penting dalam praktik pengoplosan ini.
