Internationalmedia.co.id – News – Jajaran Polres Bogor berhasil membongkar dua gudang penyimpanan besar obat keras terbatas (OKT) di wilayah Rancabungur dan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam operasi besar ini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bogor menyita total 1.068.900 butir obat ilegal dari berbagai jenis, sebuah jumlah yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak generasi muda.
Pengungkapan kasus menonjol ini bermula dari penangkapan seorang pria berinisial DM pada Senin, 6 Juli lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. DM, yang saat itu berada di dalam mobil Honda Brio hitam di pinggir Jalan Kampung Patambram, Kelurahan Semplak Barat, Kecamatan Kemang, kedapatan membawa butir-butir obat keras yang siap diedarkan melalui sistem Cash on Delivery (COD). Penangkapan ini menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa penyitaan lebih dari satu juta butir obat keras dari dua gudang jaringan ini merupakan langkah krusial dalam menyelamatkan ratusan ribu generasi muda di Kabupaten Bogor dan sekitarnya dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang. "Kami tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap para pelaku kejahatan farmasi tanpa izin resmi," ujar AKBP Wikha dalam konferensi pers, Senin (20/7). Pihak kepolisian kini tengah mengintensifkan pengejaran terhadap dua buronan, JC dan RK, yang diduga sebagai pemasok utama dalam jaringan obat ilegal ini, guna membongkar pasokan hingga ke akar-akarnya.
Secara keseluruhan, selama tiga bulan terakhir, Polres Bogor telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas peredaran narkoba. Tercatat 74 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 95 tersangka. Selain jutaan butir OKT, polisi juga menyita 3 kilogram sabu, 65 buah pods getar, 70 bungkus Happy Water, dan 1.193 butir pil ekstasi.
Dari 95 tersangka yang diamankan, 91 di antaranya adalah laki-laki dan 4 lainnya perempuan. "Ini adalah hasil kerja keras Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor dalam kurun waktu tiga bulan," tambah AKBP Wikha, menekankan skala dan intensitas operasi yang dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat dari ancaman narkoba.
