Jakarta – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menyambut positif pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Inisiatif ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama untuk mengakselerasi perekonomian yang mandiri dan sejahtera di tingkat desa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa kehadiran koperasi ini selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan kerangka ekonomi berkelanjutan, dengan fokus pada potensi alam dan sumber daya manusia desa.
Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, A. Anwar Sadat, menegaskan bahwa desa harus menjadi pelopor dan pengawal agar program KDKMP terealisasi dengan optimal. Pihaknya menaruh harapan besar agar koperasi ini mampu mendongkrak produktivitas warga di berbagai sektor.

"Harapan besarnya adalah membangun produktivitas, baik dari sisi mindset pemikiran maupun gaya hidup, juga produktivitas kaitan potensi alam, baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan," ungkap Anwar dalam Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (16/7).
Menurutnya, perputaran uang yang lebih luas di tingkat desa akan sangat mendekatkan pelayanan ekonomi kepada masyarakat. Langkah ini diproyeksikan menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan kesehatan, memberikan harapan serta masa depan yang optimis bagi warganya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (APERTNAS), Ir. H. Indra Utama. Ia menilai seminar nasional ini sebagai wadah strategis untuk meluruskan berbagai persepsi di masyarakat mengenai program KDKMP.
"APERTNAS melihat dan ini sangat-sangat mendukung program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas oleh Presiden Bapak Prabowo Subianto, karena ini benar-benar bisa menggerakkan perekonomian desa dan memutus mata rantai birokrasi yang panjang," jelas Indra. Ia meyakini KDKMP akan menjadi tulang punggung dan andalan masyarakat desa ke depan.
Untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan KDKMP, Indra Utama menjabarkan tiga hal krusial yang harus dipersiapkan: tata kelola koperasi yang tertib dan sesuai perundang-undangan, pengurus yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi khusus tentang koperasi, serta peran aktif APERTNAS dan masyarakat dalam pengawasan.
Indra juga menepis kekhawatiran terkait potensi KDKMP mematikan usaha warga sekitar. "Justru Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi distributor bagi setiap warung-warung masyarakat, sehingga mereka akan mendapatkan harga yang lebih baik karena memotong rantai dari distributor atau agen besar," paparnya. Ia menambahkan, KDKMP bahkan berpotensi menjadi penyalur seluruh subsidi pemerintah kepada masyarakat.
Komitmen untuk melindungi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa juga ditegaskan oleh Ketua Umum DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Hj. Wargiyati. Ia berharap KDKMP dapat meningkatkan perekonomian kerakyatan, mempermudah pengadaan pupuk dan tabung gas, akses kesehatan, serta produk kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga lebih murah melalui warung-warung desa.
"Komitmen kami untuk Kopdes, sepakat untuk tidak menjual produk langsung ke masyarakat desa, karena kita lebih baik jadi penyalur atau distributor untuk warung-warung yang ada di desa. Jadi tidak mematikan usaha kecil dan menengah yang ada di desa kami," imbuhnya.
Wargiyati berharap KDKMP diberdayakan secara maksimal, termasuk dalam mendukung program nasional seperti Badan Gizi Nasional atau Makan Bergizi Gratis (MBG). "Produk-produk desa itu bisa memenuhi atau menjadi pemasok MBG melalui Kopdes dan juga BUMDes," ujarnya, seraya berharap masyarakat desa dipermudah untuk menjadi karyawan KDKMP sesuai wilayahnya.
Seminar Nasional KDKMP yang diinisiasi oleh 10 asosiasi desa ini menghasilkan 10 rekomendasi penting. Intinya, rekomendasi tersebut menyerukan dukungan penuh terhadap pembentukan dan penguatan KDKMP sebagai strategi pembangunan nasional berbasis desa. Koperasi ini diharapkan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, dengan sinergi kuat bersama BUM Desa, UMKM, kelompok tani, dan pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, ditekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemitraan strategis dengan berbagai pihak, dukungan regulasi dan pembiayaan berkelanjutan dari pemerintah, serta pengawasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Kolaborasi lintas asosiasi desa ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan KDKMP menjadi tulang punggung ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh penjuru Tanah Air.
