Internationalmedia.co.id – News – Tekanan biaya pernikahan menjadi dalih utama Rahmat Dimas, pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang driver ojek online (ojol) berinisial ATP di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Pengakuan mengejutkan ini terungkap setelah polisi berhasil meringkus tersangka yang sempat melarikan diri.
Kompol Arief Ryzki Wicaksana, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa Dimas mengaku terdesak oleh tuntutan orang tua untuk segera menikah. "Motif pelaku yang bersangkutan ini pada saat kita lakukan interogasi, yang bersangkutan mengaku bahwa sedang memiliki tekanan di dalam kehidupannya terkait dipaksa oleh orang tuanya untuk segera menikah," terang Arief pada Selasa (14/7).

Awalnya, Dimas berdalih membawa pisau dengan niat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, nasib berkata lain ketika ia melintas di lokasi kejadian. Melihat korban ATP tengah tertidur lelap dengan sepeda motor yang terparkir tanpa penjagaan, niat jahat untuk mencuri motor korban pun muncul.
Pelaku kemudian mencoba merogoh saku korban untuk mengambil kunci motor. Namun, saat aksinya berlangsung, korban ATP terbangun dan melakukan perlawanan. Dalam kepanikan dan perlawanan tersebut, Dimas tanpa ragu menusukkan pisau yang dibawanya ke tubuh korban, menyebabkan driver ojol itu meregang nyawa.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 03.50 WIB, di Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Setelah melakukan aksinya, Dimas sempat melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) dan juga dari kediamannya.
Proses penangkapan Rahmat Dimas tidak berjalan mulus. Ia ditangkap pada Selasa (14/7) pukul 00.30 WIB di sebuah kontrakan di Jalan Bunderan Kamal, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Saat hendak diamankan, pelaku melakukan perlawanan sengit terhadap petugas. "Dia melakukan perlawanan terhadap anggota yang melakukan penangkapan dan pengejaran, sehingga kami dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku tersebut," jelas Kompol Arief Ryzki Wicaksana. Dari video yang diterima internationalmedia.co.id, tampak kaki pelaku diperban saat dibawa ke Polda Metro Jaya.
