Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan tiga orang pria terhadap seorang penjaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Pengeroyokan ini diduga kuat dipicu oleh ketidakpuasan pelaku yang ditegur karena menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup.
Peristiwa tragis ini terjadi di pos jaga perlintasan sebidang JPL 227 Leuwigoong pada Minggu, 12 Juli, sekitar pukul 14.00 WIB. Rekaman video yang beredar menunjukkan momen menegangkan ketika para pelaku mengejar petugas hingga ke dalam bangunan pos. Meskipun detail aksi kekerasan di dalam ruangan tidak terekam sepenuhnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengonfirmasi bahwa petugas mereka menjadi korban penganiayaan fisik.

Manajer Humas Daop 2 PT KAI, Kuswardojo, melalui laporan internationalmedia.co.idJabar, menyatakan bahwa penjaga perlintasan tersebut mengalami luka lebam di wajah serta luka goresan di tangan. Pihak KAI mengecam keras tindakan arogan ini, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan petugas adalah prioritas.
Kuswardojo menjelaskan kronologi kejadian bermula saat petugas menutup pintu perlintasan untuk mempersiapkan kedatangan KA Serayu. Namun, seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos palang yang sudah tertutup. Petugas yang melihat tindakan berbahaya tersebut lantas memberikan teguran. Sayangnya, teguran tersebut justru berujung pada respons yang tidak terduga. Pengendara motor itu kembali ke pos bersama dua rekannya dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap petugas.
Menanggapi insiden ini, Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Herman Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap ketiga pria yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. "Kasusnya sedang dalam proses penyelidikan kami untuk menangkap para pelaku," tegas Herman.
