Sebuah sayembara menarik dengan hadiah fantastis Rp 50 juta tengah menghebohkan publik Mesuji. Bupati Mesuji, Elfianah, secara pribadi mengunggah informasi ini melalui akun Facebook pribadinya, menawarkan imbalan bagi siapa saja yang berhasil menangkap tapir dalam kondisi hidup dan sehat. Dilansir Internationalmedia.co.id – News pada Selasa, 7 Juli 2026, inisiatif ini bertujuan mulia untuk menyelamatkan satwa langka tersebut.
Elfianah menjelaskan bahwa hadiah sebesar Rp 50 juta tersebut merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Lampung. Dalam unggahannya, ia mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan informasi ini, "Mohon untuk disebar luaskan!! Siapa tahu anda yang beruntung akan diberi hadiah oleh Pak Gubernur Rp 50 juta," tulis Elfianah, memicu antusiasme warga.

Lebih lanjut, Bupati Elfianah membeberkan alasan di balik sayembara unik ini. Ia berharap langkah tersebut dapat secara efektif mencegah insiden perburuan yang kerap berujung pada kematian satwa dilindungi tersebut. "Jadi Pak Gubernur hubungi saya, kalau ada lagi beliau mau kasih hadiah sama warga yang bisa nangkap hidup-hidup gitu loh. Mau dibawa ke Way Kambas, ke hutan lindung," jelas Elfianah. Ia menambahkan bahwa Mesuji, yang merupakan hutan produksi, bukanlah habitat alami bagi tapir, sehingga relokasi ke Way Kambas menjadi solusi terbaik.
Inisiatif Gubernur ini, menurut Elfianah, patut diapresiasi tinggi. "Ini Pak Gubernur sudah bagus loh, tujuan biar nggak ada lagi peristiwa seperti yang kemarin. Jadi nggak ada lagi perburuan seperti yang kemarin," tegasnya, merujuk pada kasus-kasus perburuan tapir yang sebelumnya sempat mencuat dan meresahkan.
Elfianah juga mengklarifikasi mekanisme partisipasi bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa warga yang melihat keberadaan tapir di ladang atau area lain tidak harus menangkapnya sendiri. Cukup dengan memberikan petunjuk lokasi yang akurat, tim petugas resmi akan diterjunkan untuk melakukan evakuasi. "Masyarakat yang biasa ke ladang mungkin melihat tapir, kalau tidak bisa nangkap, nunjukkin aja bahwa barangnya ada di situ. Nanti ada tim yang kesana untuk menangkapnya, kalaupun dapat mereka (masyarakat) kan dapat uangnya," pungkas Elfianah, memastikan bahwa hadiah tetap akan diberikan kepada pemberi informasi yang valid.
