Internationalmedia.co.id – News – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, baru-baru ini menjalani pemeriksaan intensif oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemeriksaan ini merupakan buntut dari kontroversi lagu ciptaannya berjudul ‘Lalaki Langit’ yang menuai kritik publik. Setelah proses klarifikasi yang panjang, Om Zein dilaporkan mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf.
Proses pemeriksaan dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri di Jakarta, dimulai sejak Jumat pagi pukul 09.00 WIB. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, menjelaskan bahwa Bupati Purwakarta hadir memenuhi undangan untuk memberikan keterangan dan klarifikasi. Pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Kemendagri, Komjen Sang Made Mahendra Jaya, berlangsung selama delapan jam penuh, berakhir pada pukul 17.00 WIB. Selama durasi tersebut, tim pemeriksa mengajukan sekitar 60 pertanyaan kepada Om Zein.

Benny Irwan menambahkan, 60 pertanyaan tersebut merangkum dua tema utama: latar belakang dan tujuan penciptaan lagu, serta proses publikasinya. Om Zein, menurut Benny, memberikan jawaban secara kooperatif. "Beliau merasa bersalah dan menyadari sudah bertindak salah serta menyesalinya. Beliau menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama yang diakhiri dengan permintaan maaf beliau kepada semua pihak," ujar Benny.
Meski demikian, belum ada sanksi yang langsung dijatuhkan kepada Bupati Purwakarta. Hasil pemeriksaan ini akan segera dilaporkan oleh Inspektur Jenderal kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, lengkap dengan rekomendasi sanksi yang akan diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kemendagri menduga Om Zein telah menyalahi asas kepatutan dan kepantasan publik, meskipun ini merupakan "peraturan tidak tertulis."
Kontroversi lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ mencuat setelah dinilai mengandung lirik yang seksis dan merendahkan perempuan, memicu kritik tajam hingga somasi dari berbagai pihak. Sebelumnya, Om Zein telah menarik lagu tersebut dari seluruh platform media sosial pribadinya dan meminta maaf. Ia menjelaskan bahwa lagu itu diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum ia menjabat sebagai bupati. "Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki," ungkap Bupati Purwakarta seperti dilansir internationalmedia.co.id Jabar, saat menjelaskan motivasinya di balik penciptaan lagu tersebut. Ia menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan pihak lain melalui karyanya itu.
