Sebuah langkah filantropi luar biasa mengguncang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, ketika Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, menghibahkan lahan seluas 19 hektare. Donasi ini ditujukan untuk mendirikan Sekolah Rakyat yang berpotensi mengubah masa depan ribuan anak. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam atas gestur kedermawanan tersebut.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan rasa syukur dan kekagumannya. Menurutnya, aksi Dony Oskaria dan keluarganya ini adalah cerminan keteladanan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang patut dicontoh. "Atas nama seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kami menghaturkan terima kasih yang tak terhingga. Ini jauh melampaui sekadar hibah tanah; ini adalah investasi monumental untuk masa depan generasi penerus kami," tutur Eka Putra kepada awak media, Jumat (26/6/2026), seraya menambahkan bahwa kepedulian semacam ini menginspirasi semua pihak bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab kolektif.

Sekolah Rakyat yang direncanakan berdiri di atas lahan hibah tersebut akan menjadi institusi pendidikan berasrama gratis, khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, rentan miskin, hingga kategori miskin ekstrem. Konsepnya dirancang holistik, tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga dilengkapi dengan asrama, fasilitas ibadah, klinik kesehatan, beragam sarana olahraga, infrastruktur jalan yang memadai, serta akses air bersih, menciptakan ekosistem pendidikan yang komprehensif dan mendukung.
Proyek ambisius ini diperkirakan menelan biaya investasi antara Rp250 miliar hingga Rp300 miliar. Dengan kapasitas menampung sekitar 3.000 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi mercusuar pendidikan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat optimis bahwa keberadaan Sekolah Rakyat ini akan memicu efek berganda bagi pembangunan regional. Selain fokus utama pada peningkatan mutu pendidikan, inisiatif ini juga diproyeksikan menjadi katalisator penggerak roda ekonomi lokal. Ini akan terlihat dari peningkatan aktivitas konstruksi, pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM), geliat perdagangan dan jasa lokal, hingga penciptaan ribuan lapangan kerja baru di area sekitarnya.
Pemkab Tanah Datar menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, elemen masyarakat, serta para tokoh yang memiliki kepedulian sosial merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Hibah lahan ini, menurut mereka, adalah manifestasi nyata dari sinergi tersebut, yang terbukti mampu menghadirkan solusi konkret untuk peningkatan kualitas hidup komunitas.
Sebagai daerah yang dikenal kaya akan potensi pertanian, pariwisata, dan warisan budaya di Sumatera Barat, Tanah Datar senantiasa berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi motor penggerak vital dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sekaligus mendongkrak daya saing daerah melalui pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Bupati Eka Putra menegaskan komitmen Pemkab untuk mengawal seluruh proses pembangunan ini, memastikan agar berjalan sesuai jadwal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh lapisan masyarakat. "Kami berharap Sekolah Rakyat ini akan menjadi kawah candradimuka, tempat lahirnya generasi-generasi unggul yang di masa depan akan membawa kemajuan signifikan bagi Tanah Datar, Sumatera Barat, dan tentu saja, Indonesia," pungkasnya.
