Internationalmedia.co.id – News – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini menyerahkan laporan penting kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai hasil survei program Makan Bergizi Gratis (MBG). Laporan ini, yang mencakup evaluasi mendalam di 800 titik Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), mengungkap temuan positif sekaligus menyoroti area yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Luhut menegaskan bahwa survei yang dilakukan secara independen oleh DEN ini dilaksanakan dengan sangat profesional dan detail. "Kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," ujar Luhut usai pertemuan di Istana pada Selasa kemarin. Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa pemilihan 800 titik SPPG tersebut dilakukan secara acak menggunakan sistem komputer, mencakup berbagai wilayah seperti Nias Selatan, Halmahera, hingga Papua, memastikan representasi yang komprehensif dari total populasi SPPG.

Salah satu temuan paling menggembirakan adalah peran vital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Survei menunjukkan bahwa 86,9% dari SPPG setidaknya memiliki satu pemasok kecil. Bahkan, secara rata-rata, setiap SPPG menggandeng tiga UMKM. Ini membuktikan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan memperbaiki gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga berhasil menciptakan ekosistem rantai pasok baru yang memberdayakan ekonomi lokal. Menariknya, sekitar 64-65% UMKM pemasok berlokasi di kabupaten yang sama dengan SPPG, memperkuat dampak ekonomi di tingkat daerah.
Selain itu, program ini juga menjadi motor penggerak pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Hampir 99% tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan program berasal dari warga sekitar. Tingkat kepuasan terhadap kinerja UMKM sebagai penyedia layanan juga cukup tinggi, mencapai di atas 70%. Seto menambahkan, keberhasilan ini turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61%.
Meskipun demikian, ada aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal bantuan permodalan bagi UMKM pemasok. "Memang ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan adalah terutama bantuan permodalan untuk yang UMKM ini," kata Seto. Dengan modal kerja yang lebih baik, UMKM diharapkan dapat melayani lebih banyak SPPG dan menyediakan komoditas yang lebih beragam, sehingga program MBG dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Pertemuan antara Luhut dan Presiden Prabowo di Istana pada Selasa sore itu juga dihadiri oleh anggota DEN lainnya, seperti Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengevaluasi dan menyempurnakan program strategis ini.
