Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Konflik Timur Tengah Picu Bencana Kemiskinan Dunia
Trending Indonesia

Konflik Timur Tengah Picu Bencana Kemiskinan Dunia

GunawatiBy Gunawati29-04-2026 - 23.15Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras mengenai dampak global dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut PBB, eskalasi perang di Timur Tengah ini berpotensi menjerumuskan hingga 32 juta jiwa ke dalam jurang kemiskinan di 160 negara, terutama akibat lonjakan harga energi dan pupuk yang tak terkendali.

Alexander De Croo, Kepala Program Pembangunan PBB (UNDP), menggambarkan situasi ini sebagai "pembangunan terbalik." Ia menekankan betapa ironisnya bahwa "butuh waktu puluhan tahun untuk membangun masyarakat yang stabil, untuk mengembangkan ekonomi lokal, dan hanya butuh beberapa minggu perang untuk menghancurkannya," ujarnya, seperti dilansir AFP pada Rabu (29/4/2026).

Konflik Timur Tengah Picu Bencana Kemiskinan Dunia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Studi yang dilakukan UNDP setelah enam minggu konflik berlangsung menunjukkan proyeksi suram ini. De Croo menjelaskan, "Kami melakukan studi setelah enam minggu perang dan memperkirakan bahwa bahkan jika konflik berakhir pada saat itu, 32 juta orang akan terdorong ke dalam kondisi rentan di 160 negara." Ini mengindikasikan bahwa dampak jangka panjang sudah terasa, bahkan jika permusuhan mereda.

Krisis ini diperparah oleh penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang di masa damai mengalirkan seperlima dari total minyak dan gas alam cair dunia. Selain itu, negara-negara di kawasan Teluk merupakan produsen kunci untuk berbagai produk minyak dan bahan baku esensial dalam pembuatan pupuk, sehingga gangguan pasokan dari wilayah ini memiliki efek domino global.

Akibat kelangkaan pasokan dan meroketnya harga, banyak negara di Afrika dan Asia terpaksa mengambil langkah-langkah drastis, mulai dari penjatahan bahan bakar hingga pengurangan jam kerja mingguan demi menekan konsumsi. Sementara itu, beberapa negara lain memilih untuk memangkas pajak bahan bakar dalam upaya meringankan beban konsumen.

UNDP secara spesifik menyoroti bahwa dampak terparah akan dirasakan oleh negara-negara di Afrika Sub-Sahara, serta beberapa negara Asia seperti Bangladesh dan Kamboja. Negara-negara kepulauan berkembang juga diprediksi akan sangat terpukul. "Biaya energi yang tinggi, kekurangan pupuk, akan berdampak sangat besar dalam beberapa bulan mendatang pada masyarakat di negara-negara ini," tegas De Croo, yang juga mantan Perdana Menteri Belgia.

Selain krisis ekonomi, De Croo turut memperingatkan potensi "ketidakstabilan politik dan penurunan pengiriman uang dari luar negeri," mengingat banyak pekerja migran di negara-negara Teluk yang biasanya mengirimkan pendapatan mereka kembali ke tanah air.

Untuk menanggulangi ancaman kemiskinan ini, UNDP memperkirakan dibutuhkan sekitar $6 miliar dalam bentuk subsidi guna mendukung kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap lonjakan harga pangan dan energi. De Croo mengungkapkan bahwa diskusi mengenai pendanaan ini sedang berlangsung di tingkat Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. "Anda bisa mengatakan bahwa enam miliar dolar itu banyak – namun, perang itu sendiri menelan biaya sembilan miliar dolar per minggu," pungkasnya, menyoroti skala prioritas yang timpang.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Gencatan Senjata Berdarah Israel Terus Gempur Lebanon

29-04-2026 - 23.45

London Berdarah Israel Marah Besar

29-04-2026 - 23.30

Geger Pria India Bawa Kerangka ke Bank

29-04-2026 - 23.00

Teluk Berang Soal Selat Hormuz

29-04-2026 - 21.30

Trump Pamer Senjata AI Iran Ketar Ketir

29-04-2026 - 21.15

Pujian Kim Jong Un untuk Prajurit Mati di Ukraina

29-04-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Footer Logo - 48 Media Partners

MEDIA PARTNERS

bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.