Guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 mengguncang Pulau Hokkaido, Jepang, pada Senin pagi waktu setempat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, gempa ini tidak memicu peringatan tsunami, memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di wilayah yang terdampak.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), pusat gempa teridentifikasi berada di wilayah Tokachi, bagian utara Hokkaido, dengan kedalaman sekitar 83 kilometer dari permukaan Bumi. JMA mencatat intensitas gempa mencapai level 5 ke atas pada skala intensitas seismik Jepang yang memiliki tujuh tingkatan. Pada level ini, guncangan digambarkan cukup kuat hingga membuat seseorang kesulitan untuk berjalan tanpa berpegangan pada sesuatu.

Meskipun guncangan terasa cukup kuat, otoritas Jepang belum menerima laporan tentang korban luka maupun kerusakan infrastruktur akibat gempa tersebut. Pihak berwenang juga telah memastikan tidak ada anomali yang terdeteksi di pusat pembangkit listrik tenaga nuklir Tomari pasca-gempa, menjamin keamanan operasional fasilitas vital tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, beberapa layanan kereta api lokal di sepanjang Samudra Pasifik di Hokkaido sempat ditangguhkan operasionalnya. Namun, operasional kereta cepat Hokkaido Shinkansen tetap berjalan normal, menunjukkan bahwa dampak gempa tidak meluas secara signifikan pada jalur transportasi utama. JMA juga menepis dugaan keterkaitan gempa ini dengan peringatan risiko gempa kuat yang sebelumnya diberlakukan selama sepekan di beberapa wilayah, termasuk Hokkaido, menyusul gempa M 7,7 di Aomori seminggu sebelumnya. Ini menegaskan bahwa gempa M 6,2 ini merupakan kejadian terpisah dan bukan bagian dari rangkaian peringatan sebelumnya.
