Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Ancaman Baru di Selat Hormuz Iran Berang
Trending Indonesia

Ancaman Baru di Selat Hormuz Iran Berang

GunawatiBy Gunawati19-04-2026 - 23.00Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Ancaman Baru di Selat Hormuz Iran Berang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Kementerian Luar Negeri Iran melontarkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat. Mereka menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi, bahkan menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan kriminal. Internationalmedia.co.id – News mencatat bahwa pernyataan ini disampaikan di tengah saling tuding pelanggaran perjanjian.

Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, tidak segan-segan melabeli tindakan AS tersebut sebagai "melanggar hukum dan kriminal". Dalam unggahan di platform X yang dikutip oleh AFP pada Minggu (19/4/2026), Baqaei bahkan menambahkan bahwa dengan sengaja menjatuhkan hukuman kolektif kepada rakyat Iran, tindakan ini setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ancaman Baru di Selat Hormuz Iran Berang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, tuduhan Iran ini muncul bertepatan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang justru menuding Teheran melanggar gencatan senjata. Melalui unggahan di Truth Social yang dilansir CNN pada Minggu (19/4), Trump menuduh Iran menembakkan peluru di Selat Hormuz, sebuah pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata.

Trump merinci bahwa banyak dari tembakan tersebut ditujukan ke kapal Prancis dan kapal kargo dari Inggris, sebuah tindakan yang disebutnya "tidak menyenangkan". Untuk meredakan ketegangan, Trump mengonfirmasi bahwa perwakilan AS, termasuk utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner, akan bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk memulai negosiasi.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump juga mengklaim bahwa upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz adalah kontraproduktif, mengingat "blokade" AS telah efektif menutup jalur tersebut. Ia bahkan menyebut Iran tanpa sadar telah membantu AS. "Merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 juta dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun," tegas Trump. Ia menambahkan bahwa pola pengiriman barang telah bergeser secara signifikan, dengan banyak kapal kini menuju pelabuhan-pelabuhan AS seperti Texas, Louisiana, dan Alaska, berkat "bantuan" IRGC.

Saling tuding dan retorika keras dari kedua belah pihak mengindikasikan bahwa upaya mediasi dan negosiasi di Pakistan akan menghadapi tantangan besar dalam meredakan krisis yang terus memanas di kawasan strategis tersebut.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Api Maut Pabrik Petasan India

19-04-2026 - 23.15

Iran Buka Kembali Langitnya

19-04-2026 - 21.45

Perintah Keras Israel di Lebanon Apa yang Terjadi

19-04-2026 - 21.30

Trump Kirim Utusan Khusus Iran di Ujung Tanduk

19-04-2026 - 21.15

Horor Subuh di Kampus Iowa

19-04-2026 - 18.45

Api Mengamuk Ribuan Rumah Ludes Warga Sabah Terlantar

19-04-2026 - 18.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.