Sebuah insiden baku tembak mengguncang kawasan dekat Konsulat Israel di Istanbul, Turki, baru-baru ini. Seorang pria bersenjata yang terlibat dalam insiden tersebut dilaporkan tewas di tempat, sementara dua petugas kepolisian mengalami luka ringan. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan, peristiwa ini memicu kekhawatiran akan keamanan di wilayah tersebut.
Menurut laporan dari AFP yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, Gubernur Istanbul, Davut Gul, telah mengonfirmasi kematian pelaku penembakan. Meskipun demikian, motif serta target pasti dari serangan ini masih dalam penyelidikan. Belum dapat dipastikan apakah konsulat Israel menjadi sasaran langsung. Sebuah sumber yang dekat dengan situasi tersebut menambahkan bahwa tidak ada diplomat Israel yang berada di wilayah Turki saat insiden terjadi, sehingga tidak ada korban dari pihak diplomatik.

Menanggapi insiden tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan segera mengeluarkan pernyataan keras. Ia mengutuk serangan itu dengan tegas dan bersumpah akan memerangi segala bentuk terorisme. "Kami tidak akan membiarkan provokasi semacam ini merusak iklim keamanan Turki," tegas Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi, menekankan komitmen pemerintahannya untuk menjaga stabilitas.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun resminya di platform X (sebelumnya Twitter), menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan efektif dari pasukan keamanan Turki. Mereka secara eksplisit menyebut insiden ini sebagai tindakan terorisme. "Kami menghargai tindakan cepat pasukan keamanan Turki dalam menggagalkan serangan ini. Misi Israel di seluruh dunia telah menjadi sasaran ancaman dan serangan teroris yang tak terhitung jumlahnya. Teror tidak akan menghalangi kami," tulis Kementerian Luar Negeri Israel, menegaskan bahwa ancaman semacam ini tidak akan melemahkan tekad mereka.

