Tel Aviv – Pemerintah Israel telah merilis data terbaru yang mengungkapkan bahwa lebih dari 7.100 individu mengalami luka-luka sejak eskalasi konflik bersenjata melawan Iran dimulai pada akhir Februari lalu. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa otoritas Israel mempublikasikan angka ini tanpa merinci jumlah korban jiwa yang gugur akibat rentetan serangan balasan dari Iran.
Menurut pernyataan resmi yang dikutip oleh Anadolu Agency pada Selasa (7/4/2026), Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa setidaknya 7.142 orang terluka sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari. Konflik ini bermula ketika Tel Aviv bersama Amerika Serikat (AS) melancarkan serangkaian serangan skala besar terhadap Teheran. Sebagai respons, Iran melancarkan gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone, menargetkan lokasi-lokasi di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan aset militer AS.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, yakni pada Senin (6/4), tercatat ada 107 korban luka baru. Saat ini, 114 korban luka masih mendapatkan perawatan intensif di berbagai rumah sakit, di mana dua di antaranya berada dalam kondisi kritis dan 14 lainnya mengalami luka serius.
Meskipun Kementerian Kesehatan Israel tidak mempublikasikan data spesifik mengenai korban tewas akibat serangan Iran, namun Institut Studi Keamanan Nasional Israel mengindikasikan bahwa setidaknya 31 nyawa telah melayang sejak konflik dengan Iran pecah pada akhir Februari.
Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah telah mencapai puncaknya sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Di Iran sendiri, lebih dari 1.340 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangkaian serangan dari AS-Israel.
Di samping konfrontasi dengan Iran, militer Israel juga terlibat dalam pertempuran sengit dengan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon sejak awal Maret, meskipun sebuah kesepakatan gencatan senjata telah berlaku antara kedua belah pihak sejak November 2024. Tel Aviv merespons dengan melancarkan serangan udara dan operasi darat ke wilayah Lebanon, menyusul rentetan serangan roket oleh Hizbullah yang didukung Iran terhadap Israel. Hizbullah menyatakan bahwa serangan mereka merupakan respons langsung atas kematian Khamenei.
Dari pihak militer Israel, pernyataan resmi mereka mengonfirmasi bahwa setidaknya 11 prajurit gugur dalam pertempuran di Lebanon bagian selatan. Sementara itu, otoritas Lebanon melaporkan jumlah korban yang jauh lebih besar di pihak mereka, dengan setidaknya 1.461 jiwa melayang dan 4.430 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel.
(nvc/ita)

