Internationalmedia.co.id – News – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali menelan korban di Lebanon. Sebuah serangan udara Israel dilaporkan menghantam gedung apartemen di perbukitan Ain Saadeh, sebuah kota di timur Beirut, pada Senin (6/4/2026), menewaskan tiga warga sipil dan melukai tiga lainnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi insiden tragis ini dalam sebuah pernyataan, merinci bahwa di antara korban tewas terdapat dua wanita. Serangan ini, yang dilansir oleh AFP, memperpanjang daftar kekerasan yang terus memburuk di wilayah tersebut.

Serangan udara di Ain Saadeh bukan insiden terisolasi. Israel telah melancarkan serangkaian operasi udara di Lebanon, bahkan invasi darat di wilayah selatan, sejak kelompok militan Hizbullah menyatakan dukungan terhadap Iran dalam konflik Timur Tengah pada 2 Maret lalu.
Sebelumnya, pada Sabtu (4/4), sebuah rumah sakit di kota pesisir Tyre juga menjadi sasaran serangan udara Israel, mengakibatkan sebelas orang terluka. Direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia, yang berbicara kepada kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), menegaskan bahwa fasilitas medis tersebut akan "tetap buka untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan" meskipun mengalami kerusakan signifikan. Serangan tersebut menghancurkan dua bangunan di dekatnya, memecahkan jendela-jendela, dan menyebabkan plafon ambruk di dalam rumah sakit.
Rangkaian serangan juga mengguncang wilayah Tyre pada Sabtu yang sama, termasuk satu serangan di pelabuhannya yang mengenai sebuah perahu kecil dan merusak perahu-perahu lain yang berlabuh di dekatnya.
Dampak kemanusiaan dari konflik ini sangat besar. Puluhan ribu orang telah mengungsi dari Tyre, meskipun sekitar 20.000 penduduk, termasuk 15.000 pengungsi dari desa-desa sekitar, masih bertahan. Otoritas Israel sendiri telah mengeluarkan peringatan evakuasi yang mencakup sebagian besar kota Tyre dan wilayah Lebanon selatan.
NNA juga melaporkan insiden lain pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 waktu setempat, di mana pasukan Israel diduga menculik seorang pria di Shebaa, sebuah daerah dekat perbatasan Israel di Lebanon timur.

