Internationalmedia.co.id – News – Teheran mengumumkan sebuah insiden besar yang mereka sebut sebagai ‘hari kelam’ bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel. Pada Jumat (3/4), pasukan pertahanan udara Iran mengklaim telah berhasil menembak jatuh setidaknya dua jet tempur, tiga drone, dan dua rudal jelajah di wilayah udaranya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (4/4), sayap hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merinci serangkaian operasi pencegatan yang sukses di berbagai provinsi. Dilansir dari media Iran, Press TV, serangan udara yang berhasil digagalkan itu mencakup penghancuran dua rudal jelajah di wilayah udara Khomein dan Zanjan.

Tidak hanya itu, dua drone serang jenis MQ-9 dilaporkan berhasil dilumpuhkan di langit Isfahan, sementara satu drone Hermes dihancurkan di wilayah udara Bushehr. IRGC menegaskan bahwa keberhasilan pencegatan ini merupakan bukti efektivitas sistem pertahanan udara canggih terbaru mereka, yang beroperasi di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu nasional.
Lebih lanjut, IRGC mengklaim Pasukan Pertahanan Udara mereka berhasil menghancurkan sebuah jet tempur canggih milik ‘musuh’ di Iran tengah. Pencarian terhadap pilot pesawat tersebut masih berlangsung, dengan indikasi ia gagal melontarkan diri dengan selamat. Pada hari yang sama, Angkatan Darat Iran juga mengumumkan bahwa jaringan pertahanan udara terpadu Republik Islam telah menembak jatuh pesawat tempur A-10 Warthog milik AS di perairan selatan negara itu, dekat Selat Hormuz. Pesawat tersebut, menurut Angkatan Darat Iran, "dilacak dan dihadang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dan kemudian jatuh ke perairan Teluk Persia."
Dalam pernyataannya, IRGC mengeluarkan peringatan keras bahwa pertahanan udara Iran semakin tangguh di tengah berlanjutnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. "Dengan pemantauan yang inovatif, berkelanjutan, dan tepat oleh para pahlawan pertahanan udara Iran, langit Iran akan semakin tidak aman bagi jet tempur musuh agresor," demikian bunyi pernyataan IRGC, menegaskan komitmen mereka untuk menjaga kedaulatan wilayah udara.

