Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah kelompok Houthi di Yaman dilaporkan meluncurkan serangkaian rudal ke wilayah Israel. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, serangan ini, yang diklaim sebagai operasi gabungan dengan sekutu mereka di Iran dan Hizbullah Lebanon, merupakan kali ketiga Houthi menargetkan Israel sejak keterlibatan mereka dalam konflik regional yang semakin kompleks.
Menanggapi ancaman tersebut, sistem pertahanan udara Israel segera diaktifkan. Militer Israel mengonfirmasi bahwa rudal-rudal yang diluncurkan dari Yaman berhasil dicegat, memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan. Situasi ini memungkinkan warga di seluruh wilayah yang sebelumnya diminta berlindung untuk kembali beraktivitas normal.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan baru-baru ini, menegaskan bahwa kelompoknya telah "melaksanakan operasi militer ketiga" yang secara spesifik menargetkan "sasaran musuh Israel yang sensitif" menggunakan rentetan rudal balistik. Saree juga secara eksplisit menyebutkan bahwa aksi ini merupakan "kolaborasi bersama dengan saudara-saudara mujahidin kami di Iran dan Hizbullah di Lebanon", memperkuat narasi aliansi regional mereka.
Serangan terbaru ini bukan yang pertama. Houthi, yang mendapat dukungan dari Iran, sebelumnya telah mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel pada akhir pekan lalu. Tak lama berselang, militer Israel juga melaporkan keberhasilan mencegat dua drone yang diyakini diluncurkan dari Yaman pada hari Senin, menunjukkan pola eskalasi yang berkelanjutan dalam konflik yang melibatkan berbagai aktor di kawasan.
Posisi geografis Yaman memberikan Houthi kemampuan strategis untuk mengganggu jalur pelayaran vital melalui Laut Merah. Ancaman ini bukan isapan jempol, mengingat mereka pernah melakukannya pada puncak konflik Israel di Gaza. Mereka juga secara terang-terangan mengancam pelayaran yang melewati Laut Merah dan Terusan Suez, sebuah jalur krusial yang mengharuskan kapal-kapal melalui selat sempit di lepas pantai Yaman, berpotensi menciptakan krisis maritim global.
Untuk informasi lebih lanjut dan analisis mendalam mengenai perkembangan konflik di Timur Tengah, ikuti terus pembaruan dari Internationalmedia.co.id.

