Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini membuat pernyataan yang menggemparkan terkait konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran. Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa perang di Timur Tengah tersebut akan segera berakhir dalam kurun waktu hanya dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan ini, yang dilaporkan oleh AFP dan Al-Jazeera pada Rabu, 1 April 2026, sontak menarik perhatian global dan memicu berbagai spekulasi.
Trump secara tegas menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil mencapai "perubahan rezim" di Iran. Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik ini dapat dicapai tanpa perlu melalui proses negosiasi apapun dengan Teheran, menunjukkan pendekatan yang sangat unilateral dari Washington.

Menjawab pertanyaan tentang dampak kenaikan harga bahan bakar yang signifikan sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Trump dengan santai mengatakan bahwa AS memiliki opsi untuk sewaktu-waktu menarik diri dari Iran. "Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya, dan mereka akan runtuh," ujarnya. Ia menambahkan, "Tetapi kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, pasukan AS akan pergi."
Di sisi lain, upaya penyelesaian konflik ini juga mendapat sorotan dari pemimpin spiritual dunia. Paus Leo XIV, yang dikenal sebagai Paus Amerika berusia 70 tahun, sebelumnya telah mengutarakan harapannya agar Presiden Trump menemukan "jalan keluar" dari perang yang berkecamuk.
Saat meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo menuju Vatikan, Paus menyampaikan kepada wartawan bahwa ia diberitahu tentang keinginan Trump untuk mengakhiri perang. "Mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman," kata Paus. Ia menekankan bahwa langkah tersebut akan menjadi "kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain." Paus Leo XIV juga tak henti menyerukan kepada semua pemimpin dunia untuk "kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah."
