Internationalmedia.co.id – News – Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menyatakan kesediaan negaranya untuk mengakhiri konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat. Namun, Teheran menekankan pentingnya jaminan kuat agar agresi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam percakapan telepon dengan presiden Dewan Eropa, Pezeshkian menegaskan, "Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi." Pernyataan ini, yang dirilis oleh kantornya dan dikutip oleh AFP pada Rabu (1/4/2026), menggarisbawahi tuntutan utama Iran.

Sebagai respons terhadap rencana 15 poin yang diajukan AS minggu lalu untuk mengakhiri perang, Iran telah mengajukan usulan balasan lima poin. Usulan ini secara eksplisit menyerukan penghentian "agresi" dan pembentukan mekanisme yang memastikan baik Israel maupun Amerika Serikat tidak akan kembali terlibat dalam konflik militer, demikian laporan media Iran.
Pezeshkian menambahkan bahwa "solusi untuk menormalkan situasi adalah penghentian serangan agresif mereka." Konflik bersenjata antara Iran, AS, dan Israel sendiri bermula pada 28 Februari 2026. Pemicunya adalah serangkaian serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, yang berujung pada kematian pemimpin tertinggi Teheran. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke sejumlah negara di wilayah tersebut.
