Washington D.C. – Isu potensi serangan drone militer Iran ke wilayah California, Amerika Serikat, memicu perhatian publik. Namun, Presiden AS Donald Trump justru menunjukkan sikap tenang dan tidak ambil pusing. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Trump menegaskan dirinya tidak merasa khawatir sedikit pun terhadap kabar tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Brian Kilmeade Show di Fox Radio, yang dikutip oleh internationalmedia.co.id pada Jumat (13/3/2026), Trump menjelaskan filosofinya. "Saya tidak khawatir tentang itu, karena jika Anda khawatir, Anda tidak akan bisa berfungsi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan Amerika Serikat berada dalam kondisi siaga penuh, siap menghadapi segala bentuk ancaman yang mungkin muncul.

Mantan Presiden itu melanjutkan, "Anda harus melakukan sesuatu, dan kami mengawasi semuanya pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara kita belum pernah diawasi seperti ini." Pernyataan ini mengindikasikan keyakinan kuatnya terhadap kapabilitas intelijen dan pertahanan AS.
Isu mengenai potensi serangan drone Iran ke Pantai Barat AS, khususnya California, pertama kali mencuat setelah sebuah memo internal FBI dilaporkan oleh salah satu media terkemuka. Memo tersebut, menurut laporan, berisi peringatan dini tentang ancaman tersebut.
Saat dikonfirmasi apakah memo FBI tersebut telah sampai ke mejanya, Trump justru mengalihkan perhatian dengan melontarkan sindiran pedas kepada Gubernur California, Gavin Newsom. "Pertama kali kami mendengarnya dari Gavin Newscum," kata Trump, menggunakan julukan merendahkan yang kerap ia sematkan kepada Newsom, tanpa secara langsung membahas validitas ancaman drone tersebut.
Namun, Gedung Putih dengan tegas membantah laporan mengenai ancaman drone Iran tersebut. Melalui pernyataan di media sosial X pada Kamis (12/3), Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengklarifikasi bahwa tidak ada ancaman drone Iran terhadap wilayah AS. "Untuk memperjelas: Tidak ada ancaman semacam itu dari Iran terhadap wilayah kita, dan tidak pernah ada," tegas Leavitt, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari Anadolu Agency dan Al Arabiya.
Leavitt secara khusus menyoroti dan mengkritik laporan dari ABC News, yang mengklaim FBI telah mengeluarkan peringatan kepada departemen kepolisian di California terkait potensi serangan drone Iran. Ia menolak narasi bahwa Teheran berencana membalas AS dengan menargetkan Pantai Barat menggunakan rentetan drone.
Menurut Leavitt, laporan ABC News tersebut hanya bersumber dari satu email yang dikirimkan kepada penegak hukum setempat, yang disebutnya berisi "satu informasi yang tidak terverifikasi". Ia menekankan bahwa email itu sendiri secara eksplisit menyatakan bahwa intelijen tersebut "tidak terverifikasi", sebuah detail krusial yang diabaikan dalam pemberitaan media tersebut.
Oleh karena itu, Leavitt mendesak ABC News untuk segera menarik kembali laporan tersebut. "Unggahan dan berita ini harus segera ditarik kembali oleh ABC News karena memberikan informasi palsu untuk secara sengaja menimbulkan kekhawatiran bagi rakyat Amerika," pungkasnya.
