Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan seruan tegas agar konflik yang berkecamuk di Timur Tengah segera diakhiri. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Erdogan memperingatkan bahwa peperangan tersebut berpotensi meluas ke seluruh kawasan, menimbulkan kerugian ekonomi global yang tak terhitung, serta membakar habis stabilitas regional. "Perang ini harus dihentikan sebelum menjadi lebih besar dan sepenuhnya membakar wilayah tersebut," ujar Erdogan, seperti dikutip dari Al Arabiya pada Rabu, 11 Maret 2026. Ia menggambarkan Timur Tengah "sekali lagi diselimuti bau darah dan mesiu."
Keyakinan akan solusi diplomatik menjadi penekanan utama Erdogan. "Jika diplomasi diberi kesempatan, ini sepenuhnya mungkin," tegasnya. Namun, seruan ini datang sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara efektif menolak negosiasi dengan Washington, menyatakan Teheran memiliki "pengalaman yang sangat pahit dalam berbicara dengan Amerika."

Konflik yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu ini telah menelan korban jiwa, menyebabkan pengungsian massal, dan mengakibatkan kehancuran infrastruktur. Lebih jauh lagi, perang ini telah mengacaukan pasar minyak global, memicu lonjakan harga yang signifikan dan mengancam stabilitas ekonomi dunia.
"Jika perang yang tidak masuk akal, melanggar hukum, dan tidak teratur ini berlanjut, akan ada lebih banyak korban jiwa dan harta benda, dan kerugian bagi perekonomian global akan meningkat lebih jauh lagi," tambah Erdogan, menegaskan komitmen Turki untuk mencari solusi diplomatik. Sejak pecahnya konflik, Teheran sendiri telah merespons dengan melancarkan serangan balasan ke beberapa negara di Timur Tengah, memperkeruh situasi yang sudah tegang.

