Internationalmedia.co.id – News – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) dikabarkan sedang dalam pembicaraan mengenai kemungkinan relokasi sistem rudal pencegat Patriot milik AS yang saat ini ditempatkan di Korsel. Rudal-rudal ini berpotensi dipindahkan ke kawasan Timur Tengah, sebuah langkah yang diyakini bertujuan untuk menghadapi Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Menteri Luar Negeri Korsel, Cho Hyun, mengonfirmasi adanya diskusi ini saat menjawab pertanyaan di parlemen. Konfirmasi Cho muncul setelah laporan media menyebut unit sistem Patriot AS telah dipindahkan ke Pangkalan Udara Osan dari lokasi lain di Korsel. Namun, Cho menolak berkomentar lebih lanjut ketika ditanya apakah rencana AS adalah untuk segera memindahkan rudal-rudal tersebut guna digunakan dalam konflik dengan Iran. Ia juga menegaskan bahwa Seoul belum menerima permintaan bantuan militer dari Washington.

Di sisi lain, Pasukan AS di Korea (USFK) memilih untuk tidak memberikan komentar terkait laporan pemindahan sistem rudal Patriot ini. "Demi alasan keamanan operasional, kami tidak mengomentari pergerakan, relokasi, atau potensi penempatan ulang kemampuan atau aset-aset militer tertentu," demikian pernyataan resmi USFK. Laporan media, mengutip sumber pemerintah Korsel, mengindikasikan bahwa sistem Patriot sedang dipersiapkan untuk dikerahkan ulang, dengan beberapa pesawat angkut militer AS berukuran jumbo telah tiba di Osan untuk proses pemindahan.
Ketegangan di Timur Tengah memang telah mencapai puncaknya. AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak akhir Februari, dengan tujuan melumpuhkan program nuklir dan kemampuan rudal balistik Teheran. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke target di Israel serta pangkalan AS di negara-negara Teluk. Insiden tragis menewaskan setidaknya enam tentara AS akibat serangan drone Iran di pangkalan mereka di Kuwait. Presiden AS Donald Trump sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk menerima bantuan dari negara mana pun terkait Iran.
Korsel sendiri merupakan tuan rumah bagi kehadiran militer AS yang signifikan, dengan sekitar 28.500 tentara AS dan sistem pertahanan udara-ke-permukaan, termasuk sistem pencegat rudal Patriot, ditempatkan di sana sebagai bagian dari pertahanan gabungan melawan ancaman nuklir Korea Utara. Potensi pemindahan aset vital ini menunjukkan prioritas strategis AS yang bergeser ke kawasan Timur Tengah, mengisyaratkan fokus baru dalam menghadapi dinamika konflik global.

