Ketegangan di perairan Teluk Persia mencapai puncaknya setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker minyak berbendera Amerika Serikat. Insiden yang dilaporkan terjadi pada Kamis (5/3) ini disebut Teheran telah menyebabkan kapal tanker tersebut terbakar hebat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, klaim ini muncul di tengah eskalasi konflik regional yang semakin memanas.
Menurut pernyataan resmi IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Teheran dan dikutip AFP, kapal tanker AS tersebut "terkena rudal di sebelah utara Teluk Persia" dan "saat ini terbakar". Klaim ini, yang belum mendapatkan konfirmasi independen, menambah daftar panjang insiden maritim yang melibatkan kedua belah pihak di kawasan strategis tersebut.

Serangan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman IRGC yang menyatakan "kendali penuh" atas Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, krusial bagi lalu lintas minyak dan gas global. IRGC juga mengeluarkan peringatan keras, menegaskan bahwa kapal mana pun yang melintas di perairan strategis tersebut berisiko terkena rudal atau drone "nyasar". Perlu diketahui, Selat Hormuz telah ditutup sejak gelombang serangan terkoordinasi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal dan drone ke target di Israel serta pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Tidak hanya itu, IRGC sebelumnya juga mengklaim telah melancarkan "serangan dahsyat" terhadap sebuah kapal militer AS di Samudra Hindia, berjarak lebih dari 600 kilometer dari pesisir selatan Iran. Menurut klaim Teheran, sebuah kapal perusak AS yang sedang melakukan pengisian bahan bakar dari kapal tanker Amerika di Samudra Hindia, dihantam oleh rudal jenis Ghadr-380 dan Talaeieh.
Intelijen IRGC menyimpulkan bahwa serangan tersebut memicu "kebakaran meluas" pada kedua kapal militer itu, menghasilkan kepulan asap tebal di atas lautan. Hingga berita ini diturunkan oleh internationalmedia.co.id, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait serangkaian klaim serangan yang dilontarkan Iran ini, baik di Teluk Persia maupun Samudra Hindia.

