Beijing tengah bergejolak. Pemecatan dua jenderal militer paling berpengaruh di China oleh Presiden Xi Jinping telah memicu gelombang spekulasi liar, termasuk dugaan adanya upaya kudeta yang digagalkan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli kini menjadi pusat perhatian dunia, menyusul pengumuman yang minim detail dari otoritas Tiongkok.
Zhang Youxia, yang berusia 75 tahun, bukan sosok sembarangan. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua peringkat pertama untuk Komisi Militer Pusat (CMC), badan komando tertinggi militer China, menjadikannya orang nomor dua setelah Xi Jinping sendiri. Zhang juga merupakan anggota Politbiro yang sangat berpengaruh. Sementara itu, Liu Zhenli sebelumnya memegang posisi penting sebagai salah satu komisioner dalam CMC dan Kepala Departemen Staf Gabungan. Pemecatan mereka, yang diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional China pada Sabtu (24/1) lalu, hanya menyebutkan "pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum serius" tanpa rincian lebih lanjut, memicu rentetan pertanyaan.

Di tengah minimnya informasi resmi, desas-desus tentang upaya kudeta yang gagal menjadi narasi paling mencengangkan. Media AS, Epoch Times, yang dikenal kritis terhadap Beijing, melaporkan, mengutip sumber anonim, bahwa Zhang dan Liu diduga mencoba menangkap Xi Jinping pada malam 18 Januari. Namun, rencana itu konon bocor dua jam sebelumnya, memungkinkan Xi untuk meninggalkan lokasi yang ditargetkan. Laporan tersebut bahkan mengklaim adanya baku tembak antara tim pendahulu Zhang dan personel yang dikerahkan Xi, mengakibatkan korban jiwa di kedua belah pihak. Klaim dramatis ini, tentu saja, belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga kini, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi terkait rumor kudeta yang beredar luas. Insiden ini menambah panjang daftar perombakan besar-besaran di tubuh militer China di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Zhang dan Liu adalah pejabat tinggi militer keempat dan kelima yang diberhentikan sejak tahun 2024, menandakan konsolidasi kekuasaan yang tak henti-hentinya oleh Presiden.
Selain isu kudeta, Zhang Youxia juga menghadapi tuduhan serius lainnya. Ia diduga terlibat dalam praktik korupsi dan bahkan dituduh membocorkan rahasia nuklir sensitif kepada Amerika Serikat. Laporan media lokal menyebut Zhang telah ditahan oleh otoritas penyelidik korupsi militer China sejak awal pekan lalu. Media pemerintah China sendiri, dalam narasi yang lebih umum, menuding Zhang dan Liu "mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis" dan "merusak sistem tanggung jawab tertinggi" yang dipegang teguh oleh Xi. Wall Street Journal, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Zhang dituduh membentuk faksi-faksi yang berpotensi mengikis persatuan Partai Komunis China, serta menerima suap untuk promosi jabatan, termasuk dalam kasus Li Shangfu, mantan Menteri Pertahanan.
Penyelidikan terhadap kedua jenderal ini terjadi setelah serangkaian gejolak yang melanda Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), unit yang mengelola triad nuklir China, sepanjang tahun lalu. Ironisnya, Zhang Youxia memiliki ikatan pribadi yang kuat dengan Xi Jinping; mereka adalah teman masa kecil, dengan keluarga yang memiliki sejarah panjang sejak Perang Sipil China. Pemecatan ini dipandang sebagai perombakan militer paling signifikan sejak upaya kudeta Lin Biao terhadap Mao Zedong pada tahun 1971. Sebagai langkah pengamanan, Xi Jinping bahkan dilaporkan mengirimkan satuan tugas khusus ke Shenyang, lokasi penugasan Zhang sebelumnya, dengan instruksi untuk menginap di hotel lokal alih-alih pangkalan militer, demi menghindari potensi jaringan dukungan yang mungkin masih dimiliki Zhang di sana.
