Internationalmedia.co.id, Sebuah helikopter wisata yang membawa tiga orang, termasuk dua turis asal Taiwan, dilaporkan hilang di dekat Gunung Aso, gunung berapi aktif yang menjadi ikon wisata Jepang. Insiden ini memicu operasi pencarian besar-besaran di area pegunungan yang terkenal dengan lanskap vulkaniknya.
Helikopter tersebut lepas landas dari sebuah kebun binatang di Kota Aso pada Selasa (20/1) pukul 10.52 waktu setempat untuk penerbangan wisata singkat berdurasi 10 menit. Namun, helikopter itu tak kunjung kembali, memicu kekhawatiran dan laporan kehilangan.

Menurut laporan media lokal, helikopter itu diterbangkan oleh seorang pilot veteran berusia 64 tahun dengan pengalaman 40 tahun. Dua penumpang lainnya adalah turis asal Taiwan, seorang pria dan seorang wanita. Helikopter yang hilang itu adalah jenis Robinson R44 buatan Amerika Serikat.
Operator helikopter wisata, Takumi Enterprise, menyatakan bahwa helikopter tersebut telah melakukan dua penerbangan sebelumnya pada hari yang sama tanpa masalah. Namun, cuaca berawan dilaporkan menyelimuti area Nakadeke, salah satu puncak Gunung Aso, pada saat kejadian.
Operasi pencarian yang melibatkan helikopter kepolisian sempat menemukan objek yang menyerupai helikopter di dalam kawah Nakadeke pada Selasa sore. Namun, otoritas Jepang belum dapat mengonfirmasi apakah objek tersebut adalah helikopter yang hilang. Pencarian dihentikan pada malam hari dan dilanjutkan pada Rabu pagi.
Tur wisata helikopter di atas Gunung Aso merupakan daya tarik utama di Prefektur Kumamoto. Gunung berapi ini terakhir kali meletus pada Oktober 2021. Pihak berwenang terus berupaya mencari dan menemukan helikopter yang hilang beserta penumpangnya.
