Internationalmedia.co.id Madrid, Spanyol secara tegas menolak tawaran untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Davos, Swiss. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, dan mencerminkan komitmen negara tersebut terhadap multilateralisme dan peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga perdamaian dunia.
Sanchez mengungkapkan bahwa Spanyol menghargai undangan tersebut, namun memilih untuk tidak bergabung. Alasan utama penolakan ini adalah keyakinan Spanyol pada pentingnya hukum internasional, PBB, dan sistem multilateralisme. Selain itu, pemerintah Spanyol menyoroti ketidakhadiran Otoritas Palestina dalam dewan yang dipimpin oleh Trump tersebut.

Dewan Perdamaian ini, yang digagas sebagai tindak lanjut dari rencana perdamaian Gaza, bertujuan untuk menengahi konflik, memantau gencatan senjata, mengatur keamanan, dan mengkoordinasikan pembangunan kembali di wilayah-wilayah yang baru pulih dari perang. Peluncurannya di Forum Ekonomi Dunia di Davos ditandai dengan penandatanganan piagam oleh negara-negara yang bersedia bergabung.
Meskipun demikian, sejumlah sekutu tradisional AS seperti Kanada, Inggris, dan sebagian besar anggota Uni Eropa memilih untuk absen dalam seremoni tersebut. Israel, bersama dengan beberapa negara Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, telah bergabung dengan dewan tersebut.
Trump sendiri akan memimpin Dewan Perdamaian dan bertindak sebagai perwakilan AS. Negara-negara anggota akan memiliki masa jabatan terbatas selama tiga tahun, kecuali jika mereka memberikan kontribusi sebesar US$ 1 miliar untuk mendanai kegiatan dewan dan mendapatkan keanggotaan permanen.
Juru bicara PBB, Rolando Gomez, menjelaskan bahwa keterlibatan PBB dengan dewan tersebut akan terbatas pada konteks resolusi Dewan Keamanan PBB terkait rencana perdamaian Gaza.
