Air Force One yang membawa Trump dan rombongannya mengalami "masalah kelistrikan kecil" sesaat setelah lepas landas dari Joint Base Andrews di dekat Washington DC pada Selasa (20/1) malam waktu setempat. Akibatnya, pesawat Boeing 747 itu harus kembali ke pangkalan.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi keterlambatan tersebut kepada wartawan di Davos. "Saya meyakini Presiden Trump akan terlambat sekitar tiga jam. Saya belum melihat jadwal terbaru," ujarnya. Trump dijadwalkan menyampaikan pidato di WEF, yang dipantau ketat mengingat sikapnya terhadap Greenland.

Trump akhirnya melanjutkan perjalanan dengan pesawat Boeing 757 yang lebih kecil, berangkat lebih dari 2,5 jam setelah penerbangan awal dibatalkan. Insiden keselamatan penerbangan yang melibatkan presiden atau wakil presiden AS memang jarang terjadi, namun bukan tanpa preseden. Sebelumnya, Air Force One pernah membatalkan penerbangan akibat cuaca buruk pada tahun 2011, dan Air Force Two ditabrak burung pada tahun 2012.
