Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian berita internasional yang menghebohkan dunia. Dari ancaman perang hingga kebijakan imigrasi kontroversial, berikut lima berita yang wajib Anda ketahui:
Pertama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras kepada Rusia. Ia memberikan ultimatum 50 hari kepada Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina. Jika tidak, Trump mengancam akan mengenakan tarif sekunder sebesar 100 persen terhadap Rusia. Ancaman ini disampaikan Trump saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih pada Senin (14/7). Trump mengaku sangat kecewa dengan Presiden Vladimir Putin dan menyatakan kekecewaannya atas kegagalan mencapai kesepakatan damai.

Kedua, kebijakan imigrasi baru Trump yang kontroversial membuat gempar. Pemerintah AS kini dapat mendeportasi migran ke negara ketiga dalam waktu hanya enam jam setelah pemberitahuan. Kebijakan ini tertuang dalam memo yang dikeluarkan Plt Direktur ICE, Todd Lyons, dan memberikan gambaran peningkatan upaya deportasi di bawah pemerintahan Trump. Sebelumnya, ICE membutuhkan waktu minimal 24 jam untuk melakukan deportasi.
Ketiga, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyerukan persatuan negara-negara Muslim untuk melawan Israel. Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, di Teheran. Ia menekankan pentingnya solidaritas antar negara Islam dalam menghadapi tantangan yang ada.
Keempat, India memerintahkan maskapai penerbangannya untuk memeriksa sakelar bahan bakar pada beberapa pesawat Boeing. Langkah ini diambil menyusul kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India yang menewaskan 260 orang pada Juni lalu. Laporan awal investigasi menemukan bahwa sakelar bahan bakar bergeser dari posisi "run" ke "cutoff" sesaat setelah lepas landas.
Terakhir, seorang jenderal Iran mengklaim negaranya siap berperang selama 10 tahun. Pernyataan ini muncul setelah konflik 12 hari antara Iran dan Israel. Brigadir Jenderal Amir Mohammadreza Ashtiani, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, menegaskan bahwa peralatan militer Iran masih memadai dan semangat juang angkatan bersenjata tetap tinggi. Ia bahkan menyatakan kerusakan peralatan selama konflik tersebut terbilang minim.
