Gelombang serangan drone dan rudal masif kembali menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu lalu, menewaskan seorang wanita tak berdosa dan memutus aliran listrik serta pemanas bagi ratusan ribu warga di tengah suhu dingin yang menusuk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, melalui Internationalmedia.co.id – News, dengan tegas menyatakan bahwa rentetan serangan brutal ini adalah bukti nyata bahwa Rusia "tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perang".
Zelensky mengungkapkan, sekitar 500 drone dan 40 rudal menghujani Kyiv dan wilayah sekitarnya. Dalam komentarnya, ia mempertanyakan keseriusan Rusia dalam mencari solusi damai. "Perwakilan Rusia mungkin terlibat dalam pembicaraan panjang, namun pada kenyataannya, Kinzhal dan ‘Shahed’ lah yang berbicara untuk mereka," ujar Zelensky, merujuk pada rudal balistik Kinzhal dan drone Shahed yang masif digunakan dalam serangan.

Ia menambahkan, "Mereka tidak ingin mengakhiri perang dan berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak lagi serta meningkatkan tekanan mereka pada negara lain di seluruh dunia." Pernyataan keras ini disampaikan Zelensky menjelang keberangkatannya ke Amerika Serikat, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk membahas rencana penghentian invasi Rusia.
Selain korban jiwa, serangan tanpa henti ini juga melukai puluhan orang dan menyebabkan sekitar 600.000 "konsumen" kehilangan akses listrik dan pemanas, seperti yang dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko. Otoritas setempat melaporkan bahwa apartemen, asrama universitas, dan bahkan pom bensin turut menjadi sasaran.
Di sisi lain, militer Rusia mengklaim bahwa target serangan mereka adalah infrastruktur dan fasilitas energi "yang digunakan untuk kepentingan Angkatan Bersenjata Ukraina", serta situs-situs militer, dengan menggunakan rudal hipersonik dan drone. Sebelumnya, Rusia menuduh Kyiv dan para pendukungnya dari Uni Eropa berupaya "menggagalkan" rencana perdamaian yang dimediasi oleh AS. Situasi ini semakin memperkeruh harapan akan berakhirnya konflik yang telah berlangsung lama.
