Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada Hamas terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Trump mengisyaratkan lampu hijau bagi Israel untuk kembali menyerang jika Hamas tidak memenuhi komitmennya, termasuk melucuti senjata.
"Saya akan memikirkannya," jawab Trump ketika ditanya tentang konsekuensi jika Hamas menolak melucuti senjata. Lebih lanjut, ia menambahkan, "Israel akan kembali ke jalan-jalan itu segera setelah saya mengatakan demikian. Jika Israel bisa masuk dan menghajar mereka habis-habisan, mereka akan melakukannya."

Trump mengungkapkan bahwa ia menahan militer Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang akrab disapa "Bibi." Ia menegaskan bahwa pembebasan sandera yang masih hidup adalah prioritas utama, namun Hamas juga harus menyerahkan jenazah sandera yang tewas dan melucuti persenjataan mereka. "Apa yang terjadi dengan Hamas — itu akan segera diselesaikan," tegas Trump.
Sesuai kesepakatan gencatan senjata, Hamas diwajibkan menyerahkan total 48 sandera, termasuk 20 yang masih hidup dan 28 yang tewas. Hamas telah membebaskan 20 sandera yang hidup, namun baru menyerahkan sembilan jenazah, di mana satu di antaranya bukan jenazah sandera.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga mengancam akan melanjutkan pertempuran jika Hamas tidak menghormati ketentuan gencatan senjata. "Jika Hamas menolak mematuhi perjanjian tersebut, Israel, berkoordinasi dengan Amerika Serikat, akan melanjutkan pertempuran dan bertindak untuk mencapai kekalahan total Hamas," tegas Katz.
Menanggapi hal ini, Hamas menyatakan bahwa proses evakuasi jenazah dari reruntuhan membutuhkan peralatan khusus. "Perlawanan telah memenuhi komitmennya terhadap perjanjian tersebut dengan menyerahkan semua tahanan Israel yang masih hidup yang berada dalam tahanannya, serta jenazah yang dapat diaksesnya," kata Brigade Ezzedine Al-Qassam, seperti dilansir internationalmedia.co.id.
Di tengah gencatan senjata, Israel dituduh melakukan penembakan yang menewaskan sedikitnya enam warga Palestina. Militer Israel berdalih bahwa mereka menembak "tersangka" yang mendekati pasukan mereka dan melanggar batas wilayah penarikan pasukan. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel menewaskan warga sipil saat mereka memeriksa rumah-rumah di pinggiran Kota Gaza.
