Internationalmedia.co.id – Hubungan antara Amerika Serikat dan Kolombia kembali memanas setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, melontarkan tuduhan mengejutkan terhadap Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Trump menyebut Petro sebagai seorang ‘gembong narkoba’ dan menyalahkan kepemimpinan Kolombia atas kegagalan dalam pengendalian narkoba.
Tuduhan pedas ini disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social. Ia menyatakan bahwa AS akan menghentikan "pembayaran dan subsidi skala besar" untuk Kolombia, menuding Petro sengaja mendorong produksi narkoba secara besar-besaran untuk dijual di AS, yang menurutnya menyebabkan kematian dan kehancuran. Trump juga menyebut bantuan AS untuk Kolombia sebagai penipuan.

Menanggapi tuduhan tersebut, Petro menyatakan bahwa Trump telah ‘dibodohi’ oleh para penasihatnya. Ketegangan antara Washington dan Bogota memang telah meningkat sejak Trump kembali menjabat. Sebelumnya, visa Petro juga dicabut oleh otoritas AS setelah ia bergabung dalam unjuk rasa pro-Palestina di New York.
Selain tuduhan terhadap Petro, pemerintah AS juga mengumumkan serangan terhadap kapal yang diklaim menyelundupkan narkoba dari Kolombia di perairan internasional. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga awak kapal yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Kolombia (ELN). Serangan ini memicu pertanyaan tentang legalitas operasi militer AS di perairan internasional.
Situasi ini semakin memperkeruh hubungan antara AS dan Kolombia, serta memunculkan kekhawatiran tentang masa depan kerjasama kedua negara dalam memerangi peredaran narkoba.
