Internationalmedia.co.id – Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah kabar yang beredar mengenai rencana serangan terhadap Venezuela. Penegasan ini muncul seiring kekhawatiran Venezuela atas peningkatan signifikan kekuatan militer AS di kawasan Karibia.
Amerika Serikat sebelumnya mengerahkan delapan kapal Angkatan Laut ke Karibia dan mengirimkan jet tempur siluman F-35 ke Puerto Riko. Bahkan, sebuah gugus tugas tempur kapal induk AS dilaporkan sedang menuju wilayah tersebut, sebuah demonstrasi kekuatan yang menurut Washington bertujuan untuk memberantas perdagangan narkoba.

"Tidak," jawab Trump singkat kepada wartawan di Air Force One, menanggapi pertanyaan tentang laporan media yang menyebutkan adanya pertimbangan serangan terhadap Venezuela.
Senada dengan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengecam artikel di Miami Herald yang mengklaim pasukan AS siap menyerang Venezuela. Rubio menyebut sumber berita tersebut sebagai penipu yang menyebarkan berita palsu melalui media sosial X.
Sejak awal September, AS telah melancarkan operasi yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di Karibia dan Pasifik timur. Operasi ini dilaporkan telah menewaskan puluhan orang dan menghancurkan sejumlah kapal. Pemerintah Trump mengklaim kapal-kapal tersebut sebagai ancaman keamanan nasional AS karena narkoba yang mereka bawa. Namun, para ahli mengkritik operasi tersebut sebagai tindakan pembunuhan, bahkan jika targetnya adalah pengedar narkoba.
Selain pengerahan aset militer, Washington juga melakukan unjuk kekuatan dengan menerbangkan pesawat pengebom B-52 dan B-1B di dekat pantai Venezuela. Aksi terbaru terjadi pada hari Senin lalu, semakin meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat berencana menggulingkan Presiden Nicolas Maduro melalui kampanye militernya.
