Internationalmedia.co.id – Perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memulai kembali uji coba senjata nuklir telah memicu kemarahan dari kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo. Kelompok yang meraih Nobel Perdamaian 2024 ini mengecam keras langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Nihon Hidankyo, yang mewakili para korban selamat dari pemboman atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, menyampaikan protesnya melalui surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar AS di Tokyo. Mereka menilai perintah Trump bertentangan dengan upaya global untuk mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.

"Arahan tersebut secara langsung bertentangan dengan upaya negara-negara di seluruh dunia yang memperjuangkan dunia yang damai tanpa senjata nuklir dan sama sekali tidak dapat diterima," demikian bunyi surat protes tersebut, seperti dikutip dari AFP.
Wali Kota Nagasaki, Shiro Suzuki, juga menyampaikan kecaman serupa. Ia menyebut tindakan Trump sebagai "menginjak-injak upaya orang-orang di seluruh dunia yang telah bersusah payah mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir". Suzuki bahkan mempertanyakan kelayakan Trump untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian, mengingat niat Perdana Menteri Jepang untuk mencalonkannya.
Dua kelompok penyintas bom atom lainnya yang berbasis di Hiroshima, Hiroshima Gensuikin dan Federasi Asosiasi Korban Bom A Prefektur Hiroshima, turut menyampaikan protes keras. Mereka menegaskan bahwa uji coba nuklir tidak boleh dilakukan, mengingat dampak kemanusiaan yang mengerikan yang telah disaksikan di Hiroshima dan Nagasaki.
Para penyintas bom atom, yang dikenal sebagai "hibakusha", telah berjuang melawan trauma fisik dan psikologis selama puluhan tahun. Mereka terus menyerukan penghapusan senjata nuklir dan perdamaian dunia.
