Internationalmedia.co.id – News Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang panggung politik dengan pesan Natal yang jauh dari nuansa damai. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump tak segan melancarkan serangan verbal tajam terhadap lawan politiknya, Partai Demokrat, menjuluki mereka sebagai ‘sampah kiri radikal’.
Dalam unggahan yang memicu perdebatan tersebut, Trump menegaskan bahwa kelompok yang ia sebut "Sampah Kiri Radikal" telah berupaya keras menghancurkan Amerika Serikat namun menemui kegagalan total. Ia lantas mengklaim serangkaian keberhasilan, termasuk kebijakan perbatasan yang ketat, penolakan terhadap isu "pria dalam olahraga wanita" dan "transgender untuk semua", serta penegakan hukum yang kuat. Tak hanya itu, Trump juga membanggakan rekor pasar saham dan dana pensiun 401K, angka kejahatan terendah dalam beberapa dekade, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga yang mencapai 4,3%, dua poin lebih tinggi dari perkiraan.

Serangan Trump terhadap oposisi ini muncul sehari setelah Departemen Perdagangan merilis data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh sebesar 4,3 persen pada kuartal ketiga, menandai PDB tertinggi dalam dua tahun. Namun, laporan yang sama juga mengungkap kenaikan indeks harga untuk pembelian domestik sebesar 3,4 persen, angka inflasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan 2,0 persen pada kuartal kedua. Data ini menjadi amunisi bagi Partai Demokrat yang selama ini mengkritik pemerintahan Trump terkait penanganan biaya hidup.
Di sisi lain, Trump juga menghadapi tekanan dari Demokrat yang mengkritik keras Departemen Kehakiman atas lambatnya rilis dan banyaknya penyuntingan pada ribuan catatan dari penyelidikan terhadap pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Epstein, yang dulunya dikenal sebagai teman Trump, menjadi sorotan publik atas kontroversi seputar kasusnya.
Kendati demikian, di tengah rentetan serangannya, Trump tak lupa menyampaikan salam kepada pasukan militer AS di seluruh dunia. Termasuk di antaranya adalah personel yang menjadi bagian dari peningkatan kekuatan angkatan laut AS di perairan Karibia, sebuah langkah Washington dalam kampanye menekan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, untuk mundur dari jabatannya. Pesan Natal Trump kali ini jelas menunjukkan bahwa ia memanfaatkan momen liburan untuk menegaskan kembali posisi politiknya yang konfrontatif.
