Washington DC – Sebuah klaim mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyatakan bahwa Selat Hormuz kini telah dibuka kembali "secara permanen". Trump bahkan mengklaim bahwa Tiongkok "sangat senang" dengan langkah ini, sebuah pernyataan yang segera memicu spekulasi luas. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa klaim ini, yang disampaikan Trump melalui platform Truth Social, masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas Tiongkok.
Tidak berhenti di situ, Trump juga mengutarakan bahwa sebagai balasan atas inisiatif Washington membuka kembali jalur maritim vital tersebut, Beijing telah menyetujui untuk menghentikan pengiriman senjata ke Teheran. Ia menambahkan bahwa pembukaan ini juga dilakukan "untuk mereka (Tiongkok) dan untuk dunia."

Pernyataan Trump ini muncul setelah militer AS, sejak awal pekan ini, memberlakukan blokade laut di kawasan tersebut, secara efektif menghentikan lalu lintas kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah blokade ini diambil di tengah berkecamuknya konflik antara AS, Israel, dan Iran, yang sebelumnya telah membuat Teheran secara signifikan mengurangi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sejak akhir Februari.
Melalui unggahannya di Truth Social pada Rabu (15/4) waktu setempat, Trump menulis, "Tiongkok sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga — dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi." Ia melanjutkan klaimnya dengan menyatakan, "Mereka (Tiongkok) telah setuju untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran."
Trump bahkan memprediksi pertemuan hangat dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam beberapa minggu mendatang, saat Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing. "Presiden Xi akan memberikan pelukan hangat kepada saya ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu. Kami bekerja sama dengan cerdas, dan sangat baik!!" tulisnya, menambahkan sentuhan personal pada narasi diplomatiknya. Tidak lupa, Trump juga menyertakan peringatan khasnya: "Bukankah itu lebih baik daripada berperang??? TETAPI INGAT, kita sangat pandai berperang, jika perlu — jauh lebih baik daripada siapa pun!!!"
Namun, substansi dari pernyataan Trump ini masih diselimuti ketidakjelasan. Gedung Putih belum memberikan penjelasan lebih lanjut, meninggalkan pertanyaan besar apakah pembukaan Selat Hormuz ini berlaku eksklusif untuk Tiongkok atau juga mencakup kapal-kapal dari negara lain.
Di tengah kebingungan ini, seorang pejabat senior pemerintahan AS, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengonfirmasi kepada The Hill bahwa blokade laut yang diberlakukan Washington "sepenuhnya berlaku dan berhasil". Pejabat tersebut menambahkan, "Seperti yang dilaporkan CENTCOM (Komando Pusat AS) kemarin, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade, yang hanya berdampak pada kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Iran." Ia juga menegaskan kembali posisi Presiden Trump yang menginginkan Selat Hormuz terbuka untuk memfasilitasi "arus energi bebas", seraya mempersilakan negara-negara lain untuk membeli minyak dari Amerika Serikat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Tiongkok mengenai klaim-klaim terbaru yang dilontarkan oleh Donald Trump.

