Internationalmedia.co.id – News – Perwakilan dari Iran dan Amerika Serikat (AS) secara resmi memulai babak negosiasi krusial yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Pertemuan bersejarah ini dilangsungkan di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026). Langkah ini diambil menyusul kemajuan signifikan dalam pembicaraan pendahuluan dan meredanya serangan oleh rezim Zionis di Beirut selatan, Lebanon, demikian dilaporkan oleh AFP serta kantor berita Iran Fars dan Tasnim.
Dimulainya negosiasi ini juga dikonfirmasi oleh kantor berita Iran lainnya seperti Mehr dan Isna, menyusul pengumuman serupa dari kantor Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menyatakan "pembicaraan perdamaian telah dimulai."

Lokasi yang dipilih untuk perundingan penting ini adalah Hotel Serena yang mewah di Islamabad, sebuah bangunan bintang lima yang dikenal dengan tingkat keamanannya yang sangat ketat. Pilihan ini sempat menimbulkan tanda tanya, mengingat insiden serangan bersenjata terburuk di Islamabad pada tahun 2008 yang menargetkan Hotel Marriott yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Namun, di balik keindahan arsitektur Moorish dan lingkungan Serena yang asri, tersembunyi sistem keamanan yang sangat terorganisir, demikian diungkapkan oleh para pejabat keamanan. Mereka, termasuk mantan kepala polisi, menyoroti lokasi strategis hotel yang berdekatan dengan zona diplomatik serta pengalaman bertahun-tahun dalam menjaga tamu-tamu penting.
"Staf keamanannya terlatih dengan baik karena sebagian besar dari mereka adalah pensiunan petugas keamanan," jelas Tahir Alam Khan, mantan kepala polisi Islamabad, kepada internationalmedia.co.id. Ia menambahkan, "Titik masuk dan keluar berada pada jarak yang cukup dari kompleks utama, yang meningkatkan keamanannya. Dan faktor terpenting adalah aksesnya yang mudah dari tempat-tempat penting, seperti rumah perdana menteri dan Gedung Parlemen."
Sebuah sumber pemerintah mengungkapkan bahwa lahan hotel seluas 6 hektar (sekitar 15 hektar) yang mencakup lebih dari 400 kamar, beberapa aula perjamuan, ruang konferensi, dan kompleks perkantoran, mampu menampung ratusan tamu. Kapasitas ini dinilai ideal untuk mengakomodasi delegasi AS dan Iran yang berjumlah lebih dari 150 orang. "Hotel ini memiliki pemeriksaan keamanan berlapis dan ketat… Terakhir, hotel ini memiliki koordinasi yang kuat dengan badan-badan keamanan negara," pungkas Kaleem Imam, mantan kepala polisi.

