Internationalmedia.co.id – News – Suhu geopolitik global kembali memanas, terutama di Timur Tengah, menyusul serangkaian perkembangan krusial yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Turki, dan Israel. Fokus utama tertuju pada perundingan alot antara Teheran dan Washington yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan, di mana tuntutan dan ancaman keras mewarnai persiapan dialog.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi negaranya, menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon serta pembebasan aset-aset Teheran yang dibekukan di luar negeri harus dipastikan terlebih dahulu. Tuntutan ini menjadi prasyarat mutlak sebelum negosiasi dengan Amerika Serikat dimulai, memicu keraguan serius terhadap kelancaran dialog yang diagendakan hari ini, Sabtu (11/4).

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tidak gentar. Ia melontarkan ancaman "penghancuran total" terhadap Iran apabila perundingan di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Trump memperingatkan bahwa militer AS telah mempersiapkan "amunisi terbaik" dan "senjata paling mutakhir yang pernah dibuat" untuk melancarkan serangan balasan jika kesepakatan damai tidak tercapai. Pernyataan ini disampaikan tak lama setelah Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Islamabad untuk memimpin delegasi Amerika.
Selain ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran, sejumlah isu internasional lain juga menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id hari ini, Sabtu (11/4).
Erdogan Samakan Hukuman Mati Israel dengan Kebijakan Hitler
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melayangkan kritik pedas terhadap Israel. Ia mengecam keputusan parlemen Israel, Knesset, yang menyetujui hukuman mati bagi tahanan Palestina. Erdogan bahkan menyamakan kebijakan tersebut dengan kekejaman Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi pada era Nazi, menyebutnya sebagai bentuk diskriminasi dan rasisme yang lebih buruk dari apartheid. "Apakah ada perbedaan mendasar antara kebijakan mengerikan Hitler terhadap orang-orang Yahudi dan keputusan yang telah diadopsi oleh parlemen Israel dengan penuh gegap gempita?" tanya Erdogan dalam pernyataannya.
Trump Berjanji Buka Selat Hormuz Segera
Dalam konteks lain, Presiden Trump juga mengemukakan niat AS untuk segera membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul di tengah gencatan senjata sementara dengan Iran, meskipun Trump tidak memberikan rincian spesifik mengenai strategi pembukaan jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut. Ia mengakui bahwa langkah tersebut tidak akan mudah.
Putra Pemimpin Tertinggi Iran Alami Luka Parah
Sementara itu, sebuah laporan mengejutkan mengungkapkan kondisi Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba dilaporkan masih dalam masa pemulihan dari luka parah di wajah dan kaki. Cedera ini diderita akibat serangan udara gabungan AS-Israel yang menewaskan ayahnya pada fase awal konflik. Sumber internal yang dekat dengan Mojtaba mengonfirmasi kerusakan signifikan pada wajahnya serta cedera serius pada salah satu atau kedua kakinya akibat serangan terhadap kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran pada akhir Februari lalu.

