Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Nasib Uranium Iran di Ujung Tanduk
Trending Indonesia

Nasib Uranium Iran di Ujung Tanduk

GunawatiBy Gunawati16-04-2026 - 12.15Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Nasib Uranium Iran di Ujung Tanduk
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Washington dan Moskow kembali bersitegang terkait masa depan stok uranium Iran. Amerika Serikat (AS) secara tegas menolak proposal yang diajukan Rusia untuk mengambil alih kepemilikan uranium yang diperkaya milik Iran. Penolakan ini menandai kebuntuan diplomatik baru di tengah konflik yang masih berlangsung.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa tawaran Rusia, yang disebutnya sebagai "solusi yang sangat baik," telah diajukan oleh Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu. Seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Kamis (16/4/2026), Peskov menyatakan bahwa Rusia mengusulkan pengambilalihan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, namun AS menolak tawaran tersebut.

Nasib Uranium Iran di Ujung Tanduk
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Rusia siap menerima uranium yang diperkaya milik Iran di wilayahnya," kata Peskov kepada saluran televisi India Today, seperti dikutip kantor berita RIA. "Ini akan menjadi keputusan yang baik. Namun, sayangnya, pihak Amerika menolak proposal ini."

Peskov menambahkan bahwa Presiden Putin tetap terbuka untuk mempertimbangkan kembali gagasan tersebut jika ada permintaan dari negara-negara yang terlibat. Laporan media menyebut bahwa tawaran ini pertama kali muncul Juni tahun lalu dan kembali diajukan pekan ini, namun tanpa ada tindak lanjut sebelumnya.

Di sisi lain, laporan dari media-media AS, mengutip sumber internal, mengonfirmasi penolakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Washington sebelumnya menjadikan pasokan uranium yang diperkaya Iran – dan potensi Teheran mengembangkan senjata nuklir – sebagai justifikasi utama serangannya terhadap Iran. Sementara itu, Iran dilaporkan menyatakan bahwa keputusan apa pun akan bergantung pada apakah mereka dapat mencapai kesepakatan dengan AS, termasuk mengenai program nuklirnya.

Pemindahan stok uranium yang diperkaya Iran menjadi salah satu tuntutan krusial AS dalam perundingan damai untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu. Sebagian besar material tersebut, diperkirakan mencapai 450 kilogram uranium yang diperkaya hingga level 60 persen, terkubur di bawah situs nuklir Iran yang menjadi target bombardir AS dan Israel pada Juni tahun lalu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahkan pernah menyatakan bahwa Iran harus menyerahkan stok tersebut secara sukarela, atau AS akan mengambilnya dengan cara-cara lain.

Menanggapi justifikasi perang, Peskov menegaskan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebagai badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak pernah menemukan bukti Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Ia menyebut tuduhan semacam itu sebagai "dalih untuk agresi."

Mengenai keterlibatan Rusia dalam konflik, Peskov dengan tegas menyatakan, "Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukanlah perang kami." Meskipun demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyebut bahwa Moskow memberikan bantuan militer kepada Teheran "dalam berbagai arah," tanpa merinci apakah itu termasuk intelijen militer terkait pasukan AS. Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, juga pernah melaporkan bahwa Putin secara pribadi meyakinkan Trump bahwa Rusia tidak berbagi intelijen dengan Iran.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Janji Selat Hormuz Segera Terbuka

16-04-2026 - 12.45

Luka Parah Putra Khamenei Terungkap Iran Bergejolak

16-04-2026 - 12.30

Ancaman Iran Guncang Selat Hormuz

16-04-2026 - 12.00

Gejolak Timur Tengah Memanas Dunia Menanti

16-04-2026 - 10.45

Trump Buka Hormuz Permanen China Bahagia Ini Janjinya

16-04-2026 - 10.30

Gaza Membara 7 Tewas di Tengah Gencatan Senjata

16-04-2026 - 10.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.