Internationalmedia.co.id – News – Panggung geopolitik global kembali bergejolak dengan serangkaian peristiwa krusial yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi pusat perhatian dengan kebijakan kontroversialnya terhadap Venezuela dan ambisinya yang tak tergoyahkan atas Greenland, sementara ketegangan di Eropa Timur kembali memuncak dengan serangan udara Rusia ke Ukraina. Berbagai insiden ini menandai hari yang penuh dinamika di kancah internasional.
Pada Senin (22/12), Presiden AS Donald Trump secara terang-terangan mendesak Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mundur, menyebutnya sebagai langkah yang "bijaksana". Pernyataan ini disertai dengan perintah Trump kepada angkatan laut AS untuk memblokade kekayaan minyak negara Amerika Selatan tersebut. Langkah agresif ini segera memicu reaksi keras dari sekutu utama Venezuela, Rusia, yang menyatakan "dukungan penuh" terhadap pemerintahan Maduro, di tengah peningkatan operasi militer dan ancaman Washington terhadap Caracas.

Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Maduro tidak tinggal diam. Dalam pidato yang disiarkan televisi publik, Maduro memberikan balasan menohok, menyarankan Trump untuk lebih fokus pada persoalan domestik negaranya sendiri daripada terus-menerus mengancam Caracas. "Presiden Trump akan lebih baik berada di negaranya dan di dunia. Dia akan lebih baik di negaranya sendiri dalam menangani masalah ekonomi dan sosial, dan dia akan lebih baik di dunia jika dia mengurusi urusan negaranya sendiri," tegas Maduro, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).
Di sisi lain benua, ketegangan di Eropa Timur kembali memuncak. Rusia melancarkan serangan udara ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa (23/12) dini hari waktu setempat. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah putaran pembicaraan perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat di Miami berakhir pada Minggu lalu tanpa hasil signifikan. Administrasi militer Kyiv melalui Telegram mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan, seraya mengumumkan bahwa "pasukan pertahanan udara sedang berupaya untuk menghilangkan ancaman di langit di atas ibu kota." Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan, dan skala penuh serangan masih belum diketahui pasti.
Ambisi Presiden Trump tidak berhenti di Venezuela. Ia juga ngotot ingin menguasai Greenland, menegaskan bahwa AS membutuhkan wilayah otonom yang kaya sumber daya tersebut demi "keamanan nasional". Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump berulang kali menyatakan pentingnya wilayah ini dan bahkan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan. Penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland pada Minggu lalu memicu kemarahan dari Denmark, yang segera memanggil duta besar AS untuk menyampaikan protes.
Di tengah gejolak politik, sebuah insiden tragis terjadi di lepas pantai Amerika Serikat. Setidaknya dua orang tewas setelah pesawat Angkatan Laut Meksiko jatuh di perairan lepas pantai negara bagian Texas pada Senin (22/12) waktu setempat. Pesawat tersebut dilaporkan sedang dalam misi kemanusiaan. Sekretariat Angkatan Laut Meksiko menyatakan bahwa dari delapan orang di dalam pesawat, empat berhasil diselamatkan, dua tewas, dan upaya penyelamatan masih berlangsung dengan Penjaga Pantai AS untuk menemukan dua orang lainnya, demikian dilaporkan AFP, Selasa (23/12/2025).
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan dinamika geopolitik yang kompleks dan penuh tantangan di penghujung tahun, dengan berbagai aktor global saling berinteraksi dalam pusaran kepentingan dan konflik.
