Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal keras terkait kelanjutan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Trump menyatakan akan mempertimbangkan untuk mengizinkan Israel kembali melancarkan operasi militer di Jalur Gaza jika Hamas melanggar kesepakatan yang telah disetujui.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah ketegangan terkait implementasi gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Jumat (10/10). Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah pembebasan sandera Israel oleh Hamas dan penyerahan jenazah sandera yang tewas di Gaza, serta pelucutan senjata kelompok tersebut.

"Saya akan memikirkannya," jawab Trump ketika ditanya tentang konsekuensi jika Hamas menolak melucuti senjata. Ia bahkan menambahkan, "Israel akan kembali ke jalan-jalan itu segera setelah saya mengatakan demikian. Jika Israel bisa masuk dan menghajar mereka habis-habisan, mereka akan melakukannya."
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menahan Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang akrab disapa "Bibi", untuk tidak segera mengambil tindakan. Namun, ia menegaskan bahwa pembebasan sandera yang masih hidup adalah prioritas utama, diikuti dengan pemenuhan komitmen Hamas untuk menyerahkan jenazah dan melucuti persenjataan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga telah melontarkan ancaman serupa. Katz menegaskan bahwa Israel, dengan koordinasi Amerika Serikat, siap melanjutkan pertempuran jika Hamas tidak menghormati kesepakatan gencatan senjata.
Situasi ini semakin meningkatkan ketidakpastian di Jalur Gaza dan membuka peluang eskalasi konflik jika Hamas tidak memenuhi semua ketentuan yang telah disepakati. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak dan peran mediasi internasional untuk menjaga perdamaian yang rapuh ini.
