Washington DC – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terbuka menyatakan harapannya agar Iran memilih jalur negosiasi ketimbang menghadapi potensi serangan militer dari AS. Pernyataan ini disampaikan di tengah pengerahan armada militer AS yang disebut-sebut jauh lebih besar dari operasi sebelumnya di Venezuela. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Trump bahkan memprediksi Teheran pada akhirnya akan mencari kesepakatan dengan Washington.
Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menegaskan keyakinannya. "Saya dapat mengatakan ini, mereka memang ingin mencapai kesepakatan," ujarnya, seperti dikutip dari laporan AFP pada Sabtu (31/1/2026). Ketika ditanya apakah ia telah menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk memulai pembicaraan mengenai program nuklir dan rudalnya, Trump menjawab singkat, "Iya, saya sudah memberikannya." Namun, ia menolak untuk mengungkapkan detail durasi tenggat waktu tersebut, hanya mengatakan, "Hanya mereka yang tahu pasti."

Ancaman militer AS tidak main-main. "Kita memiliki armada besar, armada kapal, sebut saja apa pun yang Anda inginkan, yang sedang bergerak menuju ke Iran saat ini," kata Trump, merujuk pada kelompok kapal induk Angkatan Laut AS yang kini berlayar menuju perairan lepas pantai Iran. Ia menambahkan, "Semoga kita akan mencapai kesepakatan. Jadi kita membuat kesepakatan, itu bagus. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan lihat apa yang terjadi."
Trump juga menunjuk pada keputusan Iran untuk menghentikan eksekusi mati terhadap para demonstran sebagai bukti kesiapan Teheran untuk bernegosiasi. Keputusan tersebut diambil setelah penindakan keras yang menurut kelompok-kelompok HAM telah menewaskan lebih dari 6.000 orang, memicu kecaman internasional.
Saat didesak mengenai kemungkinan mengulang operasi dramatis di ibu kota Venezuela, Caracas, di Teheran jika kesepakatan gagal tercapai, Trump memilih untuk tidak berkomentar. "Saya tidak ingin membicarakan apa pun yang berkaitan dengan apa yang saya lakukan secara militer," ujarnya. Saat ini, Trump diketahui sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait Iran. Namun, sekutu-sekutu AS di kawasan Timur Tengah menyuarakan kekhawatiran serius bahwa opsi militer dapat memicu ketidakstabilan dan kekacauan ekonomi yang meluas di seluruh wilayah.

