Internationalmedia.co.id melaporkan insiden mengerikan yang terjadi di Santa Lucia, Provinsi Guayas, Ekuador. Sebuah serangan brutal menewaskan delapan orang dan melukai dua lainnya di luar sebuah klub malam. Peristiwa ini mengguncang Ekuador dan menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan publik.
Kolonel polisi Javier Chango, seperti yang dikutip oleh AFP, menyatakan awalnya tujuh korban tewas ditemukan di lokasi kejadian, dengan satu korban lainnya meninggal di rumah sakit. Para pelaku, yang datang dengan dua truk pikap, secara membabi buta menembaki pengunjung klub malam yang tengah bersantai. Jumlah selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian pun sangat mengejutkan, mencapai 800 butir. Setelah melancarkan aksi keji tersebut, para pelaku langsung melarikan diri.

Tragedi ini semakin menyayat hati karena salah satu korban tewas adalah pemilik klub malam, Jorge Urquizo, yang tak lain adalah saudara laki-laki walikota Santa Lucia. Kejadian ini tentu saja menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Santa Lucia. Ubaldo Urquizo, kantor walikota Santa Lucia, menyampaikan belasungkawa melalui media sosial, menyatakan kesedihan dan doa bagi komunitas yang terdampak kekerasan tersebut.
Pihak berwajib telah menangkap seorang pria yang mengemudikan truk yang membawa senjata api. Namun, keterlibatannya dalam penembakan massal ini masih dalam penyelidikan. Motif di balik serangan brutal ini masih menjadi misteri, dan polisi setempat tengah bekerja keras untuk mengungkapnya. Jasad para korban telah dibawa ke kamar mayat di Daule, kota tetangga Santa Lucia. Investigasi mendalam diharapkan dapat segera memberikan jawaban atas pertanyaan yang membayangi tragedi ini.

