Internationalmedia.co.id memberitakan sebuah tragedi memilukan terjadi di Karachi, Pakistan. Sebuah gedung apartemen lima lantai ambruk pada Jumat (4/7) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 13 lainnya. Peristiwa ini terjadi di kawasan kumuh Lyari, yang dikenal sebagai salah satu daerah paling berbahaya di negara tersebut.
Menurut keterangan dokter bedah kepolisian untuk departemen kesehatan provinsi setempat, Summiaya Syed, jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah. Banyak korban merupakan perempuan yang saat kejadian berada di rumah. Kesaksian Dev Raja (54), warga setempat, mengungkapkan putrinya masih terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat bekerja keras sepanjang malam, dan hingga Sabtu (5/7), setidaknya delapan orang masih diyakini tertimbun puing-puing.

Javed Nabi Khoso, pejabat senior pemerintah distrik setempat, menyatakan bahwa gedung tersebut telah dinyatakan tidak layak huni dan surat peringatan penggusuran telah dikirimkan pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Namun, Imran Khaskeli, salah satu penghuni dan pemilik apartemen, membantah menerima pemberitahuan tersebut. Ia bahkan mengaku telah melihat retakan pada pilar gedung pada Jumat pagi dan sempat memperingatkan penghuni lain untuk segera mengungsi. Peringatannya tersebut sayangnya diabaikan oleh banyak penghuni.
Estimasi jumlah penghuni gedung bervariasi. Khaskeli menyebutkan sekitar 40 keluarga, sementara pejabat senior kepolisian setempat, Arif Aziz, memperkirakan hingga 100 orang tinggal di gedung tersebut. Abid Jalaluddin Shaikh, yang memimpin operasi penyelamatan, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan diperkirakan akan berlangsung hingga Sabtu malam. Tragedi ini kembali menyoroti kondisi bangunan yang tidak layak huni di kawasan kumuh Pakistan dan pentingnya pengawasan serta penegakan aturan keselamatan bangunan.
