Kematian dr. Marwan Al Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menyisakan duka mendalam. Internationalmedia.co.id melaporkan, ahli jantung terkemuka ini tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel di Gaza, Rabu (2/7) waktu setempat. Kejadian ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik yang berkepanjangan.
Berbagai sumber berita internasional seperti The Guardian dan BBC memberitakan, dr. Marwan dikenal luas akan dedikasinya sebagai dokter jantung berpengalaman di sejumlah rumah sakit. Kementerian Kesehatan Palestina memuji almarhum sebagai sosok yang penuh belas kasih, simbol keteguhan dan ketulusan dalam melayani masyarakat Palestina di tengah situasi sulit akibat agresi Israel. Pernyataan tersebut menekankan peran penting dr. Marwan dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah konflik.

Beberapa waktu sebelum kematiannya, dr. Marwan diwawancarai The Guardian mengenai situasi kritis di Rumah Sakit Indonesia. Ia menggambarkan perjuangan tim medis menghadapi lonjakan korban sipil pasca serangan Israel pada Mei lalu. Lebih dari itu, ia menjadi sumber informasi utama mengenai kondisi warga Palestina di wilayah utara Gaza yang terkepung, terus menerus menyerukan perlindungan bagi tim medis internasional kepada dunia internasional.
Laporan Aljazeera mengkonfirmasi tewasnya dr. Marwan dan keluarganya dalam serangan yang menghantam sebuah bangunan perumahan di barat daya Kota Gaza. Serangan tersebut, menurut Healthcare Workers Watch (HWW), telah mengakibatkan tewasnya setidaknya 70 petugas kesehatan akibat serangan Israel dalam 50 tahun terakhir. Kematian dr. Marwan menjadi simbol tragedi kemanusiaan di tengah konflik yang tak kunjung usai. Kisah hidupnya menjadi bukti nyata pengorbanan para tenaga medis di tengah situasi peperangan.
