Internationalmedia.co.id melaporkan lima berita internasional paling mengejutkan hari ini. Laporan dari kepala badan amal internasional, Save the Children, mengungkap fakta pilu: anak-anak Gaza yang kelaparan terlalu lemah untuk menangis. Inger Ashing, kepala NGO tersebut, menjelaskan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB bahwa kelaparan di Gaza bukanlah sekadar istilah teknis. "Ketika makanan tak cukup, anak-anak sangat kekurangan gizi, lalu mereka meninggal perlahan dan menyakitkan. Itulah arti kelaparan," ujarnya, seperti dikutip AFP, Kamis (28/8/2025).
Selain tragedi kemanusiaan di Gaza, dunia juga menyaksikan Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, menginspeksi latihan pasukan khusus dan penembak jitu negaranya. KCNA, kantor berita resmi Korut, melaporkan Kim memuji keakuratan penembak jitu mereka dan memamerkan senjata "presisi jarak jauh" generasi baru.

Di Amerika Serikat, dua karyawan Microsoft dipecat karena menduduki kantor presiden perusahaan untuk memprotes hubungan perusahaan dengan Israel. Seorang juru bicara Microsoft menyebut tindakan tersebut sebagai "pelanggaran serius" terhadap kebijakan perusahaan.
Serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv menewaskan 10 orang, termasuk seorang anak, dan melukai 38 lainnya. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengecam serangan tersebut di media sosial dan menyerukan sanksi baru terhadap Rusia.
Ketegangan di Laut Baltik meningkat setelah Jerman mengerahkan jet tempur untuk mencegat pesawat pengintai Rusia yang terbang dengan transponder dimatikan dan tanpa rencana penerbangan yang diajukan. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan geopolitik global.

