Internationalmedia.co.id melaporkan insiden penembakan yang mengakibatkan tewasnya seorang warga Palestina di dekat kota Al-Ram, Tepi Barat, Yerusalem Utara. Sanad Najeh Mohammed Hantouli, 25 tahun, menjadi korban penembakan polisi Israel saat berusaha memanjat pembatas yang didirikan Israel di wilayah tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat konflik berkepanjangan di daerah tersebut.
Pihak Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi kematian Hantouli akibat tembakan polisi Israel, seperti dilansir oleh internationalmedia.co.id. Sementara itu, kepolisian Israel melalui juru bicaranya mengakui insiden penembakan tersebut. Pernyataan resmi kepolisian menyebutkan bahwa petugas perbatasan berhasil mencegah upaya penyusupan dan melumpuhkan tersangka dengan tembakan. Sayangnya, Hantouli dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setelah kejadian. Jenazahnya kemudian dibawa ke Kompleks Medis Palestina di Ramallah sebelum akhirnya dimakamkan di kampung halamannya.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya upaya warga Palestina untuk melewati pembatas secara ilegal. Motivasi utama di balik tindakan ini adalah mencari pekerjaan di Israel, setelah otoritas Israel mencabut ribuan izin kerja menyusul konflik Gaza. Ironisnya, banyak warga Palestina yang kehilangan nyawa dalam upaya nekat tersebut saat berusaha menghindari petugas keamanan Israel. Insiden ini kembali menyoroti kompleksitas dan tragedi kemanusiaan yang terus berlanjut di Yerusalem.
