Berita mengejutkan datang dari Tepi Barat. Internationalmedia.co.id melaporkan, dua warga Palestina tewas ditembak oleh tentara Israel. Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban sebagai Qusai Nasser Mahmud Nassar (23 tahun) dan Wissam Ghassan Shtayyeh (37 tahun). Keduanya tewas pada Minggu (6/7) sore di Desa Salem, sebelah timur Nablus.
Pihak Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan kedua pria tersebut ditembak dan dibunuh pasukan Israel. Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang korban tewas di Tepi Barat, yang telah menjadi medan konflik berkepanjangan.

Kekerasan di Tepi Barat memang meningkat tajam sejak perang Gaza Oktober 2023. Data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 949 warga Palestina tewas akibat tindakan pasukan Israel atau pemukim Yahudi. Meskipun banyak di antara korban merupakan militan, jumlah warga sipil yang menjadi korban juga cukup signifikan. Di sisi lain, otoritas Tel Aviv melaporkan setidaknya 35 warga Israel, baik sipil maupun aparat keamanan, tewas akibat serangan Palestina atau operasi militer Israel di Tepi Barat.
Ketegangan di wilayah tersebut semakin memanas. Baru-baru ini, bentrokan antara warga Palestina dan pemukim Israel terjadi di Desa Sinjil. Bentrokan dipicu protes warga Palestina terhadap serangan pemukim Israel. Situasi tersebut menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian di Tepi Barat dan betapa mendesaknya upaya penyelesaian konflik yang berkelanjutan. Insiden penembakan ini menjadi sorotan internasional dan menimbulkan pertanyaan serius tentang situasi keamanan dan hak asasi manusia di wilayah tersebut.
